14 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pedagang di EXPO HUT Kutim Diduga Jadi Korban Pungli


Pedagang di EXPO HUT Kutim Diduga Jadi Korban Pungli
Puluhan pedagang di area EXPO HUT ke-19 Kutai Timur 2018.

KLIKSANGATTA.COM - EXPO HUT ke-19 Kutai Timur harus sedikit tercoreng akibat ulah oknum yang diduga memanfaatkan kemeriahan pameran dengan mengambil pungutan liar (pungli) kepada pedagang kaki lima (PKL) di area event.

Seperti diketahui, pemerintah daerah mengajak sejumlah pedagang kaki lima untuk ikut merayakan HUT Kutim tahun 2018 ini dengan menyiapkan petak berjualan di sekitar Gedung Graha EXPO di Jalan AW Syahranie, Kecamatan Sangatta Utara.

Namun, terdapat aksi mengambil pungli yang diduga dilakukan oknum panitia penyelenggara kepada para pedagang.

“Untuk sewa lapak kami bayar tiga juta rupiah, itu yang di bawah kanopi parkir Gedung EXPO sini, Pak,” aku salah satu pedagang yang tidak ingin namanya dimediakan.

Ia menyebutkan, selain sewa lapak para pedagang juga diharuskan membayar pungutan per hari yang besarannya relatif mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 25.000.

“Setiap hari juga kita bayar Pak. Kalau saya 20 ribu rupiah, tapi ada juga teman yang bayar 25 ribu sehari ,” terangnya. Ia mengatakan sempat melihat kedua oknum diamankan polisi pada Selasa malam, (9/9/2018) saat keduannya kedapatan melakukan pungutan.

Usai ditelusuri, diketahui jika oknum yang berinisial AH dan NS sebagai penagih pungutan telah diamankan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan. Penangkapan keduanya dilakukan pada operasi tangkap tangan saat menerima uang sebesar Rp 3 juta dari pedagang di salahsatu lapak. Disebutkan, pungutan yang telah terkumpul dari aksi oknum itu sebesar Rp 10 juta lebih. 

Pedagang itu mengatakan jika uang yang diberikan ialah biaya sewa lapak yang dikenakan kendati ia merasa tidak pernah mengetahui adanya kesepakatan antara panitia dan pedagang terkait sewa lapak berjualan di acara tersebut.

Tidak adanya kesepakatan juga disampaikan sejumlah panitia dan pedagang yang namanya ingin dirahasiakan saat ditanyakan. "Sejak awal tidak ada peraturan atau kesepakatan soal itu (biaya sewa lapak) di acara ini," sebut seorang PKL.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Yuliansyah yang telah dihubungi juga belum memberikan keterangan terkait kasus ini. (*)

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0