14 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Optimistis di Tengah Kesulitan Keuangan, Bupati Paparkan Kemajuan Kutim


Optimistis di Tengah Kesulitan Keuangan, Bupati Paparkan Kemajuan Kutim
Bupati Kutim Ismunandar menyampaikan pidato di agenda tahunan Sidang Paripurna Istimewa I Peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Gedung DPRD,Kamis 11 Oktober 2018.

KLIKSANGATTA.COM – Bupati Kutim Ismunandar mengakui Pemkab kini belum lepas dari persoalan kesulitan keuangan. Namun Pemkab tetap optimistis menghadapi tantangan tersebut.

Ismunandar mengatakan pemerintah daerah telah melakukan sejumlah upaya agar pembangunan dapat terus berjalan. Beberapa diantaranya adalah meningkatkan efesiensi dalam budgeting, meningkatkan proses pengendalian pembangunan secara berkala melalui kegiatan coffee morning, dan mengupayakan pendanaan alternatif dari sumber-sumber lain. Misalnya APBN, APBD Provinsi, dan pinjaman daerah untuk meningkatkan kemampuan fiskal daerah, serta meningkatkan peran semua pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah, termasuk di dalamnya adalah optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR).

Di tengah keterbatasan keuangan, Ismu mengatakan Pemkab dapat meraih beberapa kemajuan pelaksanaan pembangunan daerah. Antara lain perkembangan ekonomi yang ditunjukan oleh laju pertumbuhan produk domestic regional bruto (PDRB). Diketahui laju pertumbuhan PDRB tanpa migas dan batu bara tahun 2016 sebesar 1,14% meningkat menjadi 2.93% pada tahun 2017, sedangkan dengan migas dan batu bara sebesar (-1,07%) tahun 2016 meningkat menjadi 1,49% tahun2017.

“Pencapaian angka indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai indicator komposit dari pembangunan sektor pendidikan kesehatan dan daya beli,  meningkat dari 71,10% tahun 2016 menjadi 71,91 % pada tahun 2017, sedangkan indeks kedalaman kemiskinan, antara tahun 2016 dan 2017 mengalami  penurunan dari angka 2,05% menjadi 1,26%,” ucapnya saat menyampaikan pidato di agenda tahunan Sidang Paripurna Istimewa I Peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Gedung DPRD, Kamis 11 Oktober 2018.

Di dalam sidang paripurna Istimewa yang dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Sekretaris Daerah Irawansyah, para anggota DPRD Kutim sebanyak 21 orang, pimpinan FKPD, pimpinan bank dan  perusahaan serta organisasi masarakat dan pemuda tersebut, Bupati memaparkan sejumlah kemajuan di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Indikator kesehatan masyarakat Kutai Timur dari 72,39 pada tahun 2016 menjadi 72,45 pada tahun 2017, untuk indicator pendidikan ditunjukan dengan angka rata-rata lama sekolah mengalami peningkatan darai 8,72 tahun 2016 menjadi 8,96 pada tahun 2017, dalam bidang pembangunan ifrastruktur terutama jalan, air bersih dan listrik terus mengalami peningkatan,” sambungnya.

Lebih lanjut Ismu menyampaikan bahwa  pembangunan bidang pertanian dalam arti luas pada sub sektor tanaman pangan ditunjukan oleh produktivitas beberapa komuditas unggulan. Padi sawah tahun 2017 produktivitas 49.86 Kw/Ha meningkat menjadi 50,43 Kw/Ha gabah kering panen pada tahun 2018, untuk sub sektor perkebunan, produksi kelapa sawit tahun 2016 mencapai 5,08 juta ton dan pada tahun 2017 menjadi 5,87 juta ton.

“Jumlah fasilitas pasar yang terbangun hingga tahun 2016 sebanyak 3 unit, pada tahun 2017 dibangun  1 unit dan tahun 2018 dibangun 7 unit. Dengan demikian hingga tahun 2018 telah terbangun 11 unit pasar,” kata ismu.

“Indeks pembangunan desa, yang diukur berdasarkan 5 indikator dasar yaitu pelayanan dasar, kondisi infrastruktur, aksesbilitas/transportasi, pelayanan umum dan penyelenggaraan pemerintah. Desa berkembang tahun 2015 sebanyak 108 desa, tahun 2017 menjadi 119 desa. Untuk desa mandiri tahun 2015 sebanyak 4 desa, tahun 2017 menjadi 8 desa,” tambahnya. (*)

Reporter : Humas Pemkab Kutim    Editor : Revo Adi Merta



Comments

comments


Komentar: 0