21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Petani Tepian Langsat Jalan Kaki 100 Km dalam Penggalangan Bantuan Korban Gempa


Petani Tepian Langsat Jalan Kaki 100 Km dalam Penggalangan Bantuan Korban Gempa
Kelompok Tani Tepian Jaya Indah melakukan aksi jalan kaki dari Bengalon ke Sangatta untuk menghimpun dana yang akan disalurkan bagi korban gempa Sulteng. (Ist)

KLIKSANGATTA.COM - Aksi empati korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah ditunjukan Kelompok Tani Tepian Jaya Indah. Yang menarik, sejumlah petani itu melakukan aksi berjalan kaki kurang lebih sejauh 100 kilometer.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan warga Desa Tepian Langsat, Kecematan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, itu, dilakukan dari Kecamatan Bengalon sampai Sangatta, pada, Kamis, 18 Oktober 2018 kemarin.

Selaku koordinator, Abdul Rohman mengaku dirinya menempuh perjalanan selama satu hari penuh itu bukan tujuan gagah-gagahan. Aksi tersebut dilakukan sebagi empati guna mengumpulkan donasi terhadap korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.

"Menjalankan tugas kemanusiaan yang berat itu diperlukan keikhlasan, fisik prima dan keyakinan hati. Kami ingin berbuat sesuatu untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami bencana di Sulawesi Tengah," ujarnya.

Abdul yang berjalan kaki bersama rekannya Muhammad, Riduan, M Rusli dan Hitam itu menempuh jarak sekira 100 km. Meski harus berhadapan dengan terik matahari dan debu jalan, namun tekadnya menolong mengalahkan rasa lelah dan panasnya udara sambil membawa spanduk dan alat pengeras suara.

"Sepanjang jalan kita mengalang dana dari warga dan pengguna jalan yang kebetulan melintasi jalan Bengalon-Sangatta. Masyarakat cukup antusias untuk membantu korban bencana Sulawesi Tengah," tuturnya.

Dalam aksi sehari itu, Abdul mengaku mengumpulkan dana sebesar Rp 4.447.000. Dana ini langsung diserahkan ke Lembaga Amil Zakat Sinergi di Gang Banjar, Sangatta Utara didampingi oleh pengurus Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (Lemtari) Kutim dan Kaltim. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0