21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Gerakan Peduli Demokrasi Kutim, Jelmaan Baru Kesadaran Politik Relasi


Gerakan Peduli Demokrasi Kutim, Jelmaan Baru Kesadaran Politik Relasi
Isdar

KLIKSANGATTA.COM - Sejumlah Relawan Demokrasi (Relasi) hasil bentukan KPU Kabupaten Kutai Timur saat Pilgub Kaltim 2018, kini membentuk organisasi eksternal dengan nama Gerakan Peduli Demokrasi (GPD) Kutai Timur.

Organisasi GPD digagas oleh alumnus Relasi dari unsur mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kabupaten Kutai Timur yang kini dipimpin oleh Isdar.

Isdar mengatakan, GPD dibentuk sebagai tanggungjawab moralnya sebagai mantan Relasi dari unsur mahasiswa STAIS dalam mengawal tahapan Pemilu 2019 di Kutai Timur. Selain itu, menurutnya, GPD dibentuk sebagai wujud keikutsertaannya berpartisipasi dalam Pemilu.

"Kami mantan Relawan Demokrasi dari unsur mahasiswa STAIS sepakat membentuk Gerakan Peduli Demokrasi. Tujuannya, untuk ikut mengawasi proses demokrasi tengah berlangsung saat ini. Sekarang sudah memasuki masa kampanye, ternyata kami banyak menemukan dugaan pelanggaran terutama pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang tidak sesuai Peraturan KPU. Kami didampingi LBH akan melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran ke Bawaslu Kutai Timur," ungkap Isdar saat mengikuti sosialisasi Pemilu digelar KPU Kutai Timur di Kampus STAIS, Rabu (17/10) kemarin.

Sosialisasi lewat program "KPU goes to Campus" ini dihadiri 50 mahasiswa. Menanggapi pernyataan Isdar, Anggota KPU Kutai Timur Sayuti Ibrahim mengaku salut atas inisiatif mantan Relasi membentuk organisasi GPD tersebut.

"Saya mengapresiasi positif langkah kawan-kawan membentuk GPD untuk ikut berpartisipasi di Pemilu. Dengan catatan, organisasi ini berjuang untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pemilu nanti. Terutama ikut membantu KPU dalam melakukan sosialisasi di lingkungan kampus dan masyarakat di sekitar tempat tinggal masing-masing. Sebab, sosialisasi bukan hanya tanggungjawab penyelenggara Pemilu tapi semua pihak, termasuk mahasiswa," kata komisioner divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat ini.

Ia berharap langkah dilakukan mahasiswa STAIS membentuk GPD bisa diikuti semua kampus. Agar kelompok peduli demokrasi di Kutai Timur bisa berkembang lebih banyak sebagai upaya mendongkrak tingkat partisipasi pemilih di Pemilu 17 April 2019 nanti. (*)

Reporter : Sukriadi    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0