22 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Dianggap Menghambat, Ini Penjelasan Disdik Soal Polemik Zonasi PPDB


Dianggap Menghambat, Ini Penjelasan Disdik Soal Polemik Zonasi PPDB
Plt Kadisdik Kutim Roma Malau. (Imran R Sahara)

KLIKSANGATTA.COM - Sistem zonasi pada penerimaan siswa baru atau Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) menuai beragam tanggapan. Di Kutai Timur (Kutim), sistem zonasi PPDB telah diterapkan sejak tahun lalu.

Minimnya sosialisasi atas sistem zonasi tersebut bisa jadi asbab. Pasalnya, tidak sedikit warga menilai sistem zonasi hanya akan menjadi penghambat siswa dalam memilih sekolah yang diinginkan.

Untuk itu, PLT Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Roma Malau saat menghadiri Expo Belajar Usaha Mandiri (KBUM) di SMP Negeri I Sangatta Utara, belum lama ini meminta peran serta guru dalam sistem zonasi tersebut. Nantinya sosilaisasi kepada orang tua siswa bisa dilaksanakan secara langsung maupun pembagian brosur.

"Penerimaan siswa baru sesuai zona sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun lalu. Namun sampai dengan saat ini masih ada saja orang tua calon siswa yang memaksa sekolah untuk menerima anaknya meski tidak masuk dalam zona sekolah," ujarnya,

Dikatakannya, kebijakan penerimaan siswa baru sesuai zona dimaksudkan untuk mencegah penumpukan pendaftar di sekolah yang dianggap favorit. Biasanya, pendaftar di sekolah yang dianggap unggul oleh orang tua siswa jadi menumpuk.

"Anak-anak mereka didaftarkan untuk ke sekolah di sana, meski alamat tinggal tidak masuk dalam zona," tutur Roma.

Roma menjelaskan, sistem zonasi penerimaan siswa baru merupakan kebujakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jika masih ada orang tua yang memaksa anaknya untuk dapat diterima di sekolah yang bukan di zonanya, akan menimbulkan kerugian pada calon siswa sendiri, karena akan tereleminasi dari sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Tahun depan penerimaan siswa baru, harus sesuai zona dan tidak bisa toleransi lagi," katanya. (*)

Reporter : Sukriadi    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0