21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Anggaran Tersendat, Pembangunan Masjid Lalai


Anggaran Tersendat, Pembangunan Masjid Lalai
Anggota DPRD KUtim Herlang.

KLIKSANGATTA.COM - Tidak semua pembangunan tempat ibadah di Kutai Timur mendapat pengawasan intensif. Terpantau, salah satu pembangunan masjid di Kecamatan Sangatta Utara, ternyata sedikit mengganggu keselamatan.

Yakni, di Masjid Al Anshor di Jalan Durian, Gang Durian I, Sangatta Utara, Kutim. Ternyata masjid yang masih tahap pembangunan tersebut kurang mendapat perhatian lebih oleh kontraktor yang mengerjakannya.

Terdapat empat lubang yang masing-masing sedalam 4 meter di halaman masjid. Warga yang beribadah di lokasi tersebut diminta untuk mewaspadai lubang itu.

Salah satu warga yang enggan namanya dikorankan mengatakan, sudah lama proyek itu berlangsung. Namun tak ada perkembangan, lubang terus menganga membahayakan warga yang beraktivitas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim Aswandini Ekatirta membenarkan, pembangunan masjid tersebut memang dikerjakan oleh kontraktor yang dibawah naungan Dinas PU Kutim. Namun, pembayarannya masih tersendat, akibat anggaran proyek yang belum kunjung cair.

"Makanya sudah diminta untuk ditutup lokasi lubang tersebut. Kami akan evaluasi kegiatan tersebut, dan menanyakan kembali ke kontraktornya apakah masih sanggup menggerjakannya," ujar Aswan, saat dikonfirmasi awak media, Senin (5/11).

Melihat masalah tersebut, Ketua Fraksi Nurani Amanat Persatuan (NAP) DPRD Kutim Herlang menanggapi, semua tempat ibadah di Kutim harusnya bisa berlangsung baik dan lancar. Kontraktor harus mengutamakan tanggung jawab, dan jangan memperbesar kendala yang terjadi di balik kegiatan proyek. Sebab, itu adalah pembangunan masjid, sehingga bersifat sakral dan rawan bersentuhan dengan SARA.

"Saya sudah mencari informasi, ternyata lubang itu adalah untuk membangun menara di masjid. Bukan kami melarang, namun sebaiknya saat proses berlangsung harus ditata dengan aman dan rapi supaya warga tak terganggu," imbau Herlang.

Dia menilai, banyak anak-anak yang kerap bermain di lingkungan masjid. Dari informasi yang dihimpun Herlang, ternyata sudah sekira dua bulan pekerjaan pembangunan tersebut tak lagi dijalankan.

"Ini harus diselesaikan, jangan sampai pembangunan menghalangi orang beribadah dengan tingkat kerawanan yang cukup mengkhawatirkan," imbuh dia.

Herlang menuturkan, kontraktor sebaiknya jangan memaksakan jika kesulitan urusan pendanaannya. "Boleh ditutup dulu. Baiknya dipastikan apakah pekerjaan bisa berlanjut atau tidak, dan jangka waktunya sampai kapan. Hal itu perlu juga diumumkan ke warga," ujarnya. (*)

Reporter : Sukriadi    Editor : Administrator



Comments

comments


Komentar: 0