14 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Singgung Truk Sawit Perusahaan Melebihi Kapasitas Jalan, Arfan Desak Ketegasan Pemerintah


Singgung Truk Sawit Perusahaan Melebihi Kapasitas Jalan, Arfan Desak Ketegasan Pemerintah
Anggota DPRD Kutim Arfan. (Dok KLIK)

KLIKSANGATTA.COM - Jalan Poros Rantau Pulung-Bengalon memang telah selesai dilakukan pengaspalan atau peningkatan jalan pada 2017 lalu. Namun, lantaran kerap dilalui truk Pengakut Buah Sawit perusahaan yang melebihi tonase jalan, membuat sebagian jalan poros di Kecamatan Rantau Pulung kembali mengalami kerusakan.

“Saya berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah tegas untuk melakukan penilangan, maupun melakukan pungutan retrebusi terhadap truk pembawah buah sawit yang melintas melebihi tonase jalan”. jelas anggota DPRD Kutim, Arfan, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurutnya, langkah tersebut harus segera ditempuh oleh pemerintah sebagai bentuk antisipasi dari pemerintah dalam menjaga kondisi jalan yang ada. Terutama dari ancaman kerusakan akibat kerap dilalui kendaraan yang melebihi tonase jalan.

Anggota DPRD dari Dapil IV meliputi Kecamatan Rantau pulung, Bengalon,Teluk Pandan dan Sangatta Selatan ini memaparkan kerusakan akibat ulah truk-truk itu dapat ditemui di sekitar Kilometer 106 Poros Rantau Pulung-Bengalon. Sayangnya, pihak perusahaan juga masih enggan memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

"Ada beberapa perusahaan sawit di Kecamatan Rantau Pulung yang kerap memanfaatkan jalan umum untuk mengangkut buah sawitnya melebihi tonase jalan, baik siang maupun malam. Meski jalannya sudah rusak tetap saja dilalui untuk mengakut buah," beber politisi senior dari Partai Nasdem ini.

Dijelaskannya, rata-rata kekuatan jalan di Kecamatan Rantau Pulung hanya mampu menahan beban sampai 8 Ton hingga 12 Ton. Sementara kendaraan truk yang melintas bisa mencapai kapasitas 20 Ton. Belum lagi jika truk tersebut, melintas dengan cara beriringan, yang lama kelamaan bisa mengakibatkan jalan cepat rusak.

"Saya juga kerap di desak oleh para supir truk pengangkut buah sawit, untuk membantu memperbaiki jalan tersebut. Namun karena buah sawit yang di angkut para supir truk berasal dari Perusahaan, maka hal itu sangat sulit untuk dilakukan, sebab yang menyababkan jalan rusak bukan karena ulah Pemerintah atau masyarakatnya melainkan pihak Perusahaan Sawit sendiri," pungkasnya. (*)

Reporter : Sukriadi    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0