14 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Urai Polemik Harga TBS Petani, Pemkab Bakal Bangun Pabrik CPO


Urai Polemik Harga TBS Petani, Pemkab Bakal Bangun Pabrik CPO
Sekda Kutim Irawansyah.

KLIKSANGATTA.COM - Petani kelapa sawit swadaya di Kutai Timur (Kutim) akhir-akhir ini, tengah dihadapkan pada situasi yang dilematis. Hasil kebun yang digarap selama puluhan tahun itu tidak sebanding dengan biaya operasional.

Dibiarkan tidak digarap suda dipastikan akan membuat kebun jadi terbengkalai. Rumput dan semak belukar pun akan tumbuh dan akan berdampak pada pertumbuhan kelapa sawit.

Harga jual tandan buah segar (TBS) hanya dipatok dengan kisaran Rp300 hingga Rp400 per kilogram, akan tetapi upah panen, pupuk dan biaya pemeliharan yang terus melonjak membuat mereka semakin berfikir untuk mengelola kebun sawit mereka.

Keterbatasan olah pabrik peruahaan kelapa sawit juga dinilai sebagai salah satu alasan, belum lagi masalah penjualan hasil panen yang harus mengantri sehingga TBS mereka bisa tidak laku lantaran telambat di jual dan tertolak di importir.

Pemerintah Kutim yang melihat fenomena itu pun berencana membangun pabrik crude palm oil (CPO) untuk petani swadaya pada tahun depan. Namun belum bisa dipastikan apakah pengelolaan CPO nantinya melalui Perusda atau bekerja sama dengan pihak ketiga.

"Melihat kondisi harga sawit sekarang, maka tahun depan kita akan bangun pabrik CPO," kata Sekda Kutim Irawansyah, belum lama ini.

Dikatakannya, Perda pendirian Perusda untuk mengelola pabrik CPO sementara dalam tahap kajian akademis di Universitas Mulawarman (Unmul). Kajian itu sudah memasuki tahap akhir.

"Minggu depan itu akan masuk pada tahap seminar akhir. Jadi setelah kajian akademis ini maka Raperda pendirian Perusada Perkebunan ini akan segera diajukan ke DPRD untuk diperdakan," katanya.

Perda, lanjut dia, sebagai prosedur baku pendirian Perusda. Setelah berdiri, Perusda itu sendiri yang akan bangun CPO atau bekerja sama dengan perusahan lain seperti swasta.

"Rencana pembangunan pabrik CPO ini untuk mengatasi masalah yang dialami petani saat ini. Terutama masalah Tandan Buah Segar (TBS) yang harganya terus turun," jelas Irawansyah. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0