22 Januari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Korban Tsunami Selat Sunda Capai 429 Orang Meninggal Dunia, 1.485 Luka-luka, dan 154 Hilang


Korban Tsunami Selat Sunda Capai 429 Orang Meninggal Dunia, 1.485 Luka-luka, dan 154 Hilang
Kondisi pesisir Jawa Barat yang menjadi lokasi bencana tsunami Selat Sunda. (IDN Times)

KLIKSANGATTA.COM - Korban jiwa dampak tsunami yang menerjang kawasan Selat Sunda tepatnya wilayah Banten dan Lampung pada akhir pekan lalu terus bertambah.

Hingga Selasa (25/12/2018), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho memberikan update mengenai jumlah korban tsunami.

Diinformasikan, hingga pukul 13.00 WIB, sebanyak 429 orang meninggal dalam musibah tsunami tersebut. Selain itu, sebanyak 1.485 orang mengalami luka-luka dan 154 orang dinyatakan hilang.

 "Jumlah korban meninggal hingga Selasa (25/12/2018) pukul 13.00 WIB, sebanyak 429 orang, 1.485 orang mengalami luka-luka, dan 154 orang hilang," ujar Sutopo di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).

Tsunami di Selat Sunda ini melanda daerah di pantai selatan Provinsi Lampung yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Selain itu, daerah terdampak lain yaitu daerah pesisir pantai barat Provinsi Banten meliputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.

Di wilayah Lampung Selatan daerah terdampak meliputi Kecamatan Rajabasa, Sidomulyo, Ketibung, dan Kalianda. Tercatat sebanyak 108 orang meninggal dunia, 279 orang luka-luka, dan 13.73 orang mengungsi.

Sementara Kabupaten Pandeglang sebanyak 290 orang meninggal dunia dan 1.143 orang luka-luka.

"Kalau dilihat dari tingkat kerusakan, Pandeglang paling parah, 290 orang meninggal dunia."

"Lampung selatan 108 orang, Kabupaten Serang 29 orang, Pesawaran dan Tanggamus masing-masing satu orang," kata Sutopo.

Hal ini menyebabkan pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Pandeglang selama adalah 14 hari dari 22 Desember 2018 sampai 4 Januari 2019 mendatang.

Sementara di Lampung Selatan status tanggap darurat bencana selama 7 hari terhitung dari tanggal 23 Desember hingga 29 Desember 2018. Selain korban jiwa, tsunami juga menyebabkan kerusakan bangunan. Sebanyak 882 rumah rusak, 73 penginapan rusak, dan 60 warung rusak. (*) 

 

Reporter : Ayub Fardani/ berbagai sumber    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0