23 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sempat Dihentikan Beroperasi, Ini Penjelasan Pihak Pabrik Minyak Sawit di Bengalon


Sempat Dihentikan Beroperasi, Ini Penjelasan Pihak Pabrik Minyak Sawit di Bengalon
Tampak pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Kecamatan Bengalon. (Ist)

KLIKSANGATTA.COM - Baru-baru ini beredar kabar mengenai adanya sanksi penghentian sementara operasi salah satu pabrik pengolahan kelapa sawit yang terletk di KM 98, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon oleh Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim.

Kabar mengenai hal tersebut pun dimuat di media sosial atau sejumlah media pemberitaan online pada, Jumat, 26 April 2019.

Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim secara tegas menerangkan sanksi penghentian produksi sementara bagi Pabrik pengolahan kelapa sawit itu lantaran dinilai lalai dalam melakukan pengolahan limbah padat ribuan ton janjang kosong (Jangkos). Hal ini mengakibatkan lindi dari jangkos tersebut meluber dan masuk ke Sungai Benderang melalui parit perusahaan.

Pihak perusahaan memberikan klarifikasi atas informasi yang beredar tersebut. Yahya selaku Senior Admin Manager perusahaan bersangkutan mengatakan komitmentnya untuk menangani permaslahan dan siap menjadi lebih baik ke depannya dalam berbagai sisi terutama dalam pengelolaan limbah dan secepatnya memperbaiki kekurangan yang dipaparkan dalam temuan team PPLHD DLH Kutim.

Dirinya menjelaskan kejadian tersebut terjadi karena ribuan ton limbah padat berupa janjang kosong (Jangkos) yang seharusnya diaplikasikan kembali sebagai pupuk di perkebunan sawit perusahaan terkendala lantaran tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa minggu terakhir di bulan April 2019 ini.

Tingginya curah hujan juga membuat air di kolam penampungan jangkos milik perusahaan meluap sehingga lindi dari jangkos masuk ke parit perusahaan dan masuk ke Sungai Benderang

"Armada milik kami tidak bisa masuk ke dalam lokasi perkebunan, intensitas curah hujan  yang tinggi membuat akses jalan masuk tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan, maksimal 10 hari kedepan kami akan menyelesaikan masalah tumpukan limbah padat ini," jelasnya.

Dirinya juga menuturkan akan tidak ada faktor kesengajaan dari pihak management dalam kejadian ini karena selama waktu berdirinya perusahaan ini di Kutim, belum pernah ada permasalahan seperti ini dan disisi sosial masyarakatpun berbagai program kepedulian dari management telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat melalui CSR mereka.

Dia juga menyebutkan, komitmen pemanfaatan CSR perusahaan yang sudah sampai kepada bidang pendidikan dan juga kesehatan dengan bekerja sama dari pihak sekolah menengah kejuruan di Bengalon dalam bidang pelatihan magang dan juga penerimaan karyawan. Bahkan di sekitar bulan Mei sampai Juni mendatang sebagai bukti keseriusan dan kepedulian kepada masyarakat, perusahaan akan merealisasikan kantor BPD bagi Desa Tepian Langsat.

"Intinya apa yang terjadi saat ini adalah pembelajaran berharga bagi kami. Kedepannya kami akan berusaha untuk lebih baik, dan aktif turut serta menjaga lingkungan dengan cara pengawasan intens terkait pengelolaan limbah," pungkasnya. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0