19 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ismu: Momen Penguat Pondasi Bangsa


Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ismu: Momen Penguat Pondasi Bangsa
Jajaran pimpinan Pemkab Kutim dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019. (foto: Imran)

KLIKSANGATTA.COM - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar mengingatkan agar peringatan Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan untuk mengamalkan nila-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

Hal itu dijelaskan karena apa yang terkandung dalam Pancasila harus sejalan dengan kehidupan bernegara sehari-hari.

"Tentu saja harapan kita dengan perayaan hari ini, bisa semakin menguatkan dan menjadikan pondasi pemersatu bangsa," ujar Ismuanandar saat pidato upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Seba Guna, Bukit Pelangi, Sabtu, 1 Juli 2019.

Dikatakannya, falsafah Pancasila tidak hanya dimaknai bagi unsur Muspika dalam hal ini TNI-Polri, tapi juga tertanam dan diterapkan oleh kalangan aparatur pemerintahan. Falsafah negara yang ber-Pancasila bisa dimaknai sebagai tatanilai kehidupan bersama yang menyatakan kesamaan pandangan dan perasaan.

selaku pembina upacara membacakan sambutan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Hariyono. Bahwa memperingati hari lahir Pancasila, merupakan momen mengenang dan mereflesikkan momentum sejarah, dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara. Sekaligus untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara.

Ismunandar berharap dengan pelaksanaan upacara menjadi motivasi dan kembali mengingatkan pada masyarakat, terlebih Aparatur Sipil Negara (ASN), agar lebih khidmat dan menghargai Pancasila sebagai ideologi negara. “Tentu saja harapan kita dengan perayaan hari ini, bisa semakin menguatkan dan menjadikan pondasi pemersatu bangsa,” ujarnya.

Apalagi, Pancasila merupakan bukti sejarah yang dicetuskan oleh pendiri negara. Mengingat Indonesia beragam suku, budaya, dan agama, sehingga harus memilki landasan agar tak terpecah belah.”Di Kutim juga banyak suku. Harapannya Pancasila bisa merangkum dan memberikan toleransi, bagaimana kita mengingat kembali masa dulu,” katanya.

Sebelumnya, ia meminta pada seluruh eselon agar menghadiri upacara tersebut. Jika jajaran pejabat esselon tidak hadir, ada catatan khusus dari Sekda Irawansyah.

Peringatan Hari Pancasila ke 74 yang berjalan dengan lancar dan khidmad itu turut dihadiri Wabup Kutim Kasmidi Bulang, Sekkab Kutim Irawansyah, Ketua DPRD Kutim Mahyunadi, Dandim 0909 Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Binsar Alfert Syaiful Sitorus, Kapolres Sangatta AKBP Teddy Ristiawan, Kajari Sangatta Mulyadi SH serta dihadiri baik dari satuan pleton apel TNI-Polri, pejabat esselon, PNS, ASN.

Diketahui, Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945.  Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal Pancasila pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. 

Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan Lahirnya Pancasila oleh mantan Ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPK.

Sejak 2017, tanggal 1 Juni resmi menjadi hari libur nasional untuk memperingati hari Lahir Pancasila. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0