18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

MENERKA POSISI INDIGO DALAM SUDUT PANDANG PSIKOLOGI


MENERKA POSISI INDIGO DALAM SUDUT PANDANG PSIKOLOGI
Ilustrasi.

Oleh Betty Nadhroh*

TIDAK semua orang berpendapat bahwa indigo adalah kenyataan, namun ada juga yang berpendapat bahwa indigo adalah asli, bukan suatu tipuan ataupun halusinasi. Lalu bagaimana pendapat ahli psikologi mengenai indigo? Artikel ini akan mengulas tentang indigo menggunakan kacamata psikologi. Manusia normalnya memiliki lima indra yaitu; penglihatan dengan menggunakan mata, pendengaran dengan menggunakan telinga, penciuman dengan menggunakan hidung, pengecap dengan menggunakan lidah, dan peraba dengan menggunakan kulit. Namun, beberapa orang meyakini bahwa ada seseorang yang spesial, orang tersebut ialah orang yang memiliki indra lebih dari lima.Indra keenam merupakan istilah yang sering disebut dengan  ESP atau Extra Sensory Perception. Seseorang yang memiliki indra ke-enam tersebut disebut dengan istilah indigo. Seorang indigo memiliki karakterisitik unik dan perilaku yang belum pernah diketahui sebelumnya. Indigo sendiri diartikan sebagai nama warna, yakni warna biru tua yang diperoleh dari tumbuhan yang bewarna nila atau tarum, sehingga istilah indigo sama artinya dengan warna nila.

Istilah indigo pertama kali dikenalkan oleh Nancy Any Tape pada tahun 1980, menurutnya setiap warna yang terpancar dari tubuh manusia memiliki arti sesuai dengan kepribadian individu tersebut.Tape menemukan warna biru yang lebih dalam, yang ditemukan pertama kali pada tahun 1970 dan menyebut warna biru tersebut sebagai warna indigo.Lalu apa indigo menurut kacamata psikologi? dalam sudut pandang psikologi, indigo merupakan sebuah penyakit atau gangguan perilaku. Seperti apa gangguan perilaku? Gangguan perilaku merupakan wujud klinis tersendiri yang dimanifestasikan dengan berbagai perilaku antisosial: pencurian, penipuan, pembakaran, pembolosan, perusakan hak milik, kekejaman terhadap binatang, pemerkosaan, penggunaan senjata ketika berkelahi, perampokan.Contoh dari gangguan perilaku ialah autisme, ADHD, anxiety (kecemasan), tunalaras, dan conduct disorder. Seorang indigo menunjukkan seperangkat atribut psikologis yang baru dan tidak biasa serta sebuah pola tingkah laku yang tidak pernah terdokumentasi sebelumnya. Pola ini memiliki faktor-faktor unik umum sehingga orang-orang yang memiliki hubungan atau berinteraksi dengan individu indigo disarankan untuk mengubah cara dan merawat mereka untuk mencapai keseimbangan.

                        Ada empat tipe seorang indigo yaitu yang pertama adalah indigo humanis, seseorang yang terkena indigo humanis akan cenderung akan bekerja dengan masyarakat dan melayani masyarakat, mereka juga sangat aktif bahkan terkadang tampak terlalu ambisius. Kemudian yang kedua adalah indigo konseptual, pada indigo konseptual lebih fokus pada proyek daripada orang, selain itu mereka juga cenderung ceroboh dan memiliki kecenderungan adiksi terutama terhadap obat-obat terlarang. Tipe indigo yang ketiga adalah indigo artis, mereka yang memiliki indigo artis adalah mereka yang cenderung memiliki tubuh kecil meskipun tidak semua dari individu tersebut yang memiliki tubuh yang kecil, selain itu pada indigo artis akan cenderung sensitif dan kreatif. Kemudian yang terakhir adalah indigo interdimensional, pada tipe ini mereka cenderung keras kepala, sehingga mereka mudah untuk memberontak apabila sesuatu yang mereka inginkan tidak terwujud.

            Seorang indigo memiliki berbagai karakteristik, sehingga ada beberapa hal yang membedakan seorang indigo dengan seorang yang tidak memiliki indra ke-enam atau ESP. Karakteristik tersebut antara lain adalah indigo cenderung berkemauan kuat, keras kepala, kreatif, mudah teradiksi, memiliki old soul, intuitif atau spiritualis, isolasionis, independen, memiliki hasrat mendalam untuk membantu dunia dengan cara yang besar, berada di antara harga diri yang rendah dan perasaan besar, mudah bosan, mungkin pernah didiagnosa ADD (Attention Deficit Disorder)atau ADHD(Attention Deficit Hyperactivity Disorder), mudah insomnia, memiliki sejarah depresi, mencari persahabatan yang dalam, mudah menjalin hubungna dengan tanaman atau binatang, tampak sebagai pribadi yang anti sosial, di-didik dengan pola asuh otoriter, dan tergolong cerdas karena memiliki rata-rata IQ di atas 120.

Sangat banyak karakteristik yang dimiliki oleh seorang indigo. Pada masyarakat awam turut serta memperluaskan istilah indigo itu sendiri, sehingga cukup banyak manusia yang memiliki kemampuan supranatural yang menganggap atau melabelkan bahwa dirinya adalah seorang indigo, walaupun ia tidak memenuhi karakteristik yang dimiliki oleh seorang indigo. Tidak sedikit juga masyarakat yang mengaku atau merasa bahwa dirinya adalah seorangindigo tanpa bukti yang akurat. Beberapa orang mampu merasakan atau berfikir bahwa mereka indigo karena mereka dapat melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat manusia normal. Padahal hal tersebut belum tentu benar terjadi, hal tersebut mungkin terjadi karena imajinasi orang tersebut berlebihan.

Nah, untuk menangani hal tersebut ada beberapa cara untuk memastikan bahwa invidu tersebut indigo atau tidak, yaitu menggunakan cara; wawancara psikiatri, evaluasi psikologi, evaluasi pedadogi, dan pencitraan aura serta hipnografi. Seseorang yang memiliki indra ke enam atau indigo juga tak jauh dengan berbagai permasalahan. Masalah-masalah tersebut meliputikecenderung menuntut perhatian lebih dari orang lain dan merasa selalu dikecewakan oleh orang lain. Maka dari itu, mengingat bahwa adanya permasalahan terhadap anak yang memiliki indra keenam atau indigo, maka orang-orang yang terlibat dengan individu tersebut harus melakukan berbagai tips untuk merawat dan membesarkan anak indigo. Berikut merupakan 10 dasar yang penting untuk membesarkan anak indigo ; memberikan respect, melatih kedisiplinan, memberikan pilihan dan pengarahan, jangan biarkan anak indigo down, memberikan penjelasan atau instruksi untuk melakukan sesuatu, jadikan anak tersebut sebagai partner, ketika anak indigo masih bayi jelaskan kepadanya mengenai apa yang kamu (orang tua) lakukan, bersikap jujur, dan terbuka.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang

Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0