22 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Simpan 10 Poket Sabu, Pemuda Asal Bengalon ini Diciduk Polisi


Simpan 10 Poket Sabu, Pemuda Asal Bengalon ini Diciduk Polisi
Pelaku AT (tengah tunduk) beserta barang bukti setelah diamankan pihak Kepolisian Polres Kutim. Kamis 20/6/2019 (ist)

KLIKSANGATTA.COM - Seorang pemuda berinisial AT (22) warga Jalan Poros Bengalon - Sangkulirang RT 10 Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. harus berurusan dengan pihak Kepolisian atas dugaan peredaran Narkoba jenis sabu. Kamis 20 Juni 2019.

Pria kelahiran Kota Balikpapan 4 Februari 1997 itu ditangkap Jajaran Unit Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Kutim,karena kedapatan menyimpan Narkoba jenis sabu siap edar sebanyak 10 Poket dengan berat 3,51 gram.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kasat Reskoba Iptu Mikael Hasugian menuturkan, jika penangkapan pelaku AT berkat adanya laporan dari masyarakat bahwa di daerah tempat tinggal pelaku kerap terjadi teransaksi narkoba.

" Dari informasi yang kita terima, kemudian dilakukan penyelidikan, sekitar pukul 22.30 diamankan pelaku berinisial AT", Terang Mikael Jumat 21 Juni 2019.

Pelaku diamankan saat berada dipinggir jalan dekat kediamannya, saat dilakukan penggeledahan badan ditemukan barang bukti 2 poket sabu yang disimpan pelaku disalah satu warung di dekat tempat kejadian serta di dompet milik pelaku.

Tidak sampai disitu, saat dilakukan penggeledahan di kediaman pelaku, Polisi kembali menemukan 8 poket sabu didalam kamar.disita juga barang bukti lain berupa satu unit telpon genggam, plastik klip, satu buah amplop berwarna putih, sarta uang tunai sebesar Rp 300.000, hasil penjualan barang haram pelaku.

"Total ada 10 poket yang berhasil kami sita, disita juga uang tunai 300 ribu yang diakui sebagai hasil penjualan pelaku AT," Ucap Mikael.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Kutim guna penyelidikan lebih lanjut, atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 112-114 dengan ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun.

Reporter : Ardhan ahmad    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0