22 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Puluhan Siswa Desa Singa Gembara Tidak Diterima, Yulianus: Saya Pimpin Demo ke Smada


Puluhan Siswa Desa Singa Gembara Tidak Diterima, Yulianus: Saya Pimpin Demo ke Smada
Wakil Ketua DPRD Kutim Yulianus Palangiran, saat memberikan keterangan kepada wartawan,Rabu 10/7/2019 (foto: Ardan)

KLIKSANGATTA.COM - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutim Yulianus Palangiran menyatakan akan melakukan aksi demonstrasi jika puluhan siswa dari Desa Singa Gembara tetap tidak diterima di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 (Smada) Sangatta Utara, Kabupaten Kutim.

"Kalau masih tidak diterima ,saya sendiri yang akan pimpin demo ke SMAN 2 (Smada). Biar saya yang didepan," ucap Yulianus dihadapan wartawan saat ditemui di gedung DPRD Kutim pada Rabu 11 Juni 2019.

Dikatakan Yulianus hal tersebut lantaran ada sekitar 20 orang siswa yang tercatat warga Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, dan masuk dalam zonasi dari sekolah Smada , dinyatakan tidak diterima disekolah tersebut.

"Sekolah itukan masuk Desa Singa Gembara, mestinya warga kami dulu yang diutamakan, ini malah banyak siswa dari luar yang diterima," terang Yulianus politikus partai Demokrat.

Selain masuk dalam zona sekolah, tidak adanya sekolah lain yang dekat dengan pemukiman warga Desa Siaga Gembara menjadi satu alasan bagi warga ingin tetap menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang berada di jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Sangatta Utara itu.

"Kenapa warga mau disana ,karena tidak ada lagi sekolah yang dekat disitu, anak-anak mereka bisa jalan kaki kalau mau sekolah.Kalau diluar harus naik kendaraan lagi, bahaya bagi anak kita," ucap Yulianus.

Saat ini dikatakan Yulianus,dirinya masih melakukan kordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan timur (Kaltim), jika tidak ada kejelasan terkait permasalahan ini, maka dirinya tetap akan melakukan demo bahkan mengancam akan menutup sekolah.

"Kami masih menunggu dari Provinsi.Jika perlu saya akan menghadap ke pak Isran (Gubernur Kaltim),jika tidak ada hasil ,maka saya akan demo, saya akan tutup sekolah," tandas Yulianus.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 2 Sangatta Utara I Ketut Puriata menjelaskan jika penerimaan siswa dengan sistem zonasi telah memenuhi kuota. Berdasarkan daya tampung sekolah maka dilakukan sortir bagi para pendaftar dengan sistem bina lingkungan dan urutan jumlah nilai.

"Total 96 siswa yang diterima, bagi yang tidak lolos di bina lingkungan dan urutan nilai kami bantu daftarkan di zona umum,agar anak- anak tetap bisa bersekolah di Sangatta," terang I Ketut Puriata.

Terkait tudingan banyaknya siswa dari luar zona yang diterima , I Ketut Puriata meluruskan jika Smada merupakan sekolah yang memiliki asrama tempat tinggal bagi para siswa, oleh karena itu Disdikbud Provinsi Kaltim memberikan kesempatan untuk melakukan seleksi bagi siswa berprestasi baik diluar zona.

"Seleksi anak prestasi dari bulan Januari sampai Maret. Non zonasi, otomatis siswa berprestasi dari seluruh SMP di Kutai Timur boleh mendaftar, tidak ada hubungannya dengan sistem zonasi," tegas Ketut

Menanggapi upaya demo yang akan dilakukan salah satu anggota DPRD Kutim ,I Ketut Puriata menuturkan mestinya yang bersangkutan memberikan pemahaman mengenai peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kepada masyarakat bukan membuat langkah yang meresahkan.

"Beliau dapat berkoordinasi dengan Provinsi. Karena sekolah hanya mengikuti sistem saja ,bukan sebagai penentu," tutupnya (*)

Reporter : Ardhan ahmad    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0