21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Mau Kritik Pemimpin, Simak Dua Pedoman Ini


Mau Kritik Pemimpin, Simak Dua Pedoman Ini
Ilustrasi.

KLIKSANGATTA - Islam mengenal banyak istilah untuk mengacu pada sosok pemimpin, misalnya, imam, khalifah, dan auliya. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Prof Syamsul Anwar mengatakan, secara historis istilah khalifah digunakan untuk menyebut pemimpin politik.

Imam mempunyai pengertian yang lebih beragam, baik pemimpin negara maupun pemimpin dalam ibadah, yaitu shalat. Istilah lain, yaitu auliya, mengacu pada orang yang dekat dengan Tuhan dan tekun dalam beragama. Mereka juga disebut wali.

Syamsul mengatakan, sosok pemimpin ideal dalam Islam hendaknya dipilih oleh masyarakat. Ia juga wajib memiliki sifat yang amanah dan mempunyai kepekaan terhadap seruan hati nurani rakyat. Seorang pemimpin juga harus memiliki visi yang jelas. "Kalau dalam sudut pandang Islam, tentu sesuai dengan ajaran Islam," ujar dia.

Dalam menasihati pemimpin, Syamsul memberikan dua pedoman utama. Pertama, tidak boleh menyinggung. Ini berarti nasihat atau kritik kepada pemimpin harus disampaikan dengan cara yang baik dan santun.

Kedua, kritik yang disampaikan harus disertai keterangan yang bersifat informatif, bukan keterangan menyesatkan, apalagi provokasi. Adapun inti nasihat yang diberikan hendaknya mengajak pemimpin untuk melaksanakan kepemimpinannya dengan jalan yang benar dan melaksanakan tugas serta amanah yang disampaikan kepadanya.

Syamsul menekankan bahwa kritik berbeda dengan cercaan. Dalam memberikan kritik, masyarakat hendaknya tidak mencaci maki pemimpin mereka. Sebuah kritik harus menunjukkan dengan tegas letak ketidaktepatan kebijakan yang dibuat oleh pimpinan dan disertai saran. Ini berbeda dengan cercaan yang merupakan bentuk kritik tanpa menyertakan solusi. (*)

Reporter :     Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0