17 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ini Cara Pembuatan Cappucino D Ippolito Cafe


Ini Cara Pembuatan Cappucino D Ippolito Cafe
Cappucino D\\\\\\\'Ippolito Cafe siap dinikmati pecinta kopi Sangatta. (KLIKSANGATTA/ANDI MARTA)

KLIKSANGATTA – Sejak dibuka tepat di awal tahun 2016, D’Ippolito Café menawarkan sajian kopi premium bagi penikmat kopi Sangatta. Di ibukota Kabupaten Kutai Timur sendiri, masih jarang tempat yang menyajikan espresso dari biji kopi kualitas (grade). Belum lama ini, kliksangatta sempat berkunjung dan melihat langsung proses pembuatan salah satu sajian andalannya, Cappucino D’Ippolito.

Berikut langkah pembuatannya ditunjukkan oleh Ari, pembuat kopi di kedai yang bertepat di Jalan Karya Etam ini.

/images/img_galeri/36CAPPUCINO BIJI KOPI.JPG

Pertama. Cappucino yang akan dibuat menggunakan biji kopi merk Ippolito. Biji kopi ini dipesan dari Balikpapan. Untuk stok, pemilik D’Ippolito Ebi tak menyimpan dalam jumlah banyak untuk menjaga kualitas kopi. Biji kopi Ippolito (kanan) tampak lebih besar dari biji kopi lokal yang dibeli di Samarinda. Selain itu, terasa aroma kopi yang lebih kuat dibanding biji kopi lokal. Tingkat keasaman yang tinggi pada biji kopi lokal juga disebutnya mempengaruhi rasa.

 

/images/img_galeri/81CAPPUCINO HASIL PRES.JPG

Kedua. Biji kopi Ippolito digiling dalam mesin otomatis sesuai dengan setelan yang diinginkan. Untuk membuat espresso atau cappucino, penggilingan disetel ‘sedang’. Ebi mengatakan, ”sejak awal dalam membuat kopi terasa enak diminum, tergantung dari hasil penggilingan.”

 

/images/img_galeri/97CAPUCINO ESPRESS.jpg

Ketiga. Hasil penggilingan dipres sampai padat dan dipasang pada mesin espresso. Mesin ini jelas sangat membantu Ary mendapatkan espresso, yang ia sebut sari kopi. Mesin espresso yang digunakan D’Ippolito disebut berasal dari produsen yang sama dengan merk kopinya, Ippolito.

 

/images/img_galeri/27CAPPUCINO FOAM.jpg

Keempat. Susu cair dengan merk tertentu dituang dalam wadah pembuatan foam atau busa. Foam dibuat dengan bantuan steam dari mesin yang sama dalam pembuatan espresso. Menurut Ari, perlu latihan untuk dapat membuat foam yang diinginkan. Jika gagal, susu cair hanya akan menjadi panas.

 

/images/img_galeri/69CAPUCINO LATTEART.JPG

Kelima. Cangkir yang berisi espresso secara perlahan dituangkan foam hingga memenuhi volume cangkir. Proses inilah yang kemudian dikenal dengan Latte Art, seni melukis espresso. (*)

Reporter : Qadlie Fachruddin    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0