20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Perayaan Imlek Dan Kue Keranjang


Perayaan Imlek Dan Kue Keranjang

KLIKSANGATTAMenurut penanggalan tionghua, tahun baru Imlek 2567 menandai dimulainya tahun monyet. Kalender tionghua adalah penanggalan yang menggunakan baik perputaran matahari dan perputaran bulan (lunisolar). Bila dihitung berdasarkan kalender masehi, tahun baru imlek selalu jatuh di antara bulan Januari dan Februari. Tahun ini perayaan tahun baru Imlek jatuh pada pada hari Senin, 8 Februari 2016.

Tahun baru Imlek biasanya dirayakan dengan makan malam bersama dengan keluarga, aktivitas membersihkan rumah untuk menyapu bersih "kemalangan" tahun lalu dan menyambut "nasib baik" di tahun yang baru. Selain itu perayaan Imlek tidak lepas dengan pemberian angpao atau amplop merah. Angpao biasanya diberikan oleh yang sudah menikah kepada yang masih belum menikah.

/images/img_galeri/28kue keranjang.jpg

 Ada satu yang tak pernah absen dalam setiap  perayaan tahun baru imlek, ya Kue Keranjang.  Cemilan satu sudah menjadi sajian khas, baik dalam  peribadatan ataupun dibagikan kepada kerabat atau  orang disekitarnya.

 Kue keranjang memiliki nama asli Nian Gao atau  dalam dialek Hokkian Ti Kwe. Kata Nian sendiri  berarti tahun dan Gao berarti kue dan juga  terdengar seperti kata tinggi , oleh sebab itu kue  keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat.  Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran.

Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.

Di Cina terdapat kebiasaan saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun.

Dipercaya pada awalnya, kue ini ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku (Cau Kun Kong) agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga (Giok Hong Siang Te). Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.

 

makna filosofis Kue Keranjang

HALAMAN SELANJUTNYA >>>



Reporter :     Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0