27 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ternak Ayam Filipina, Ini Tips Yunus Hingga Raup Puluhan Juta


Ternak Ayam Filipina, Ini Tips Yunus Hingga Raup Puluhan Juta
Salah satu ayam Filipina di peternakan Yunus di Gang Pemuda Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara. (KLIKSANGATTA/IMRAN)

KLIKSANGATTA - Saat menginjakkan kaki di areal ternak ayamnya, Yunus disambut kokokan ayam yang saling sahut-menyahut. Bunyinya terdengar panjang dan kokoh, menandakan sehatnya ayam dalam perawatan Yunus.

Sejak beternak ayam ras Filipina dua tahun terakhir, penghasilan mulai mengalir ke kantongnya. Warga Desa Sangatta Utara ini menyebutkan, memulai usaha dengan lima ekor ayam. Kini, jumlah ayam yang diternak tak kurang 100 ekor di areal seluas 8x10 meter.

"Beternak ayam Filipina gampang-gampang susah. Jika tidak dirawat dengan baik, ia mudah terserang penyakit. Akibatnya ayam bisa susah makan, nah kalau sudah begitu dan dibiarkan malah mati," ujarnya saat kliksangatta bertandang di peternakannya di Gang Pemuda, Minggu 7 Februari 2016 kemarin.

Yunus menjelaskan, kesulitan dalam perawatan ayam ras yang juga disebut Ayam Saigon ini sudah harus diperhatikan secara khusus sejak masih kecil. Untuk mengatasi nafsu makan misalnya, Yunus memberikan racikan jahe yang dicampur madu atau gula merah kepada ayam yang baru berusia 3 hari setelah menetas. Ia menyebut racikan tersebut sebagai vaksin. Adapula tambahan seperti obat atau buah pinang.

Sebelumya, induk betina akan bertelur dan mengerami telur hingga sekitar 25 hari. Selanjutnya, telur akan menetas dan menghasilkan anakan ayam dan jelang 2 sampai 4 bulan ayam sudah siap untuk dijual.

Nilai jual ayam Filipinanya tergolong fantastis. Ayam yang baru berumur 2 bulan saja bisa ditawar Rp 500 juta sampai Rp 1 juta. Sedangkan ayam yang sudah berumur 4 sampai dengan 5 bulan, per ekornya dijual Rp 3 juta sampai 8 juta rupiah.

"Kalau betina biasa dijual Rp 3 juta, sedangkan jantan Rp 5 juta sampai Rp 8 juta tergantung keunikan ayamnya," katanya.

Yunus mengaku dapat menjual 5 sampai 10 ekor per bulan melalui pesanan dari berbagai daerah. Tak jarang pula pembeli datang sendiri ke tempat penangkaran ayamnya untuk melihat langsung.

"Banyak orang menilai Ayam Philipine termasuk unik, sehingga kebanyakan mereka yang beli buat koleksi maupun hobbi," pungkasnya. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0