20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Angkasa Pura Resah, Bandara Samarinda Baru Dinilai Bakal Saingi SAMS Balikpapan


Angkasa Pura Resah, Bandara Samarinda Baru Dinilai Bakal Saingi SAMS Balikpapan

KLIKSANGATTA - Angkasa Pura nampak resah terkait pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) yang kini dalam tahap Akhir pembangunan. Angkasa Pura menilai BSB akan menyaingi Bandara Sultan Aji Muhammad sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Meski belum rampung, BUMN Angkasa Pura dan Cardig dari pihak swasta sudah mendaftarkan diri sebagai investor BSB nantinya.

Angkasa Pura merencanakan akan menjadikan BSB sebagai bandara pengumpan sehingga Bandara internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan tetap jadi bandara pengumpul.

Angkasa Pura memiliki alasan. Jika BSB dikelola pihak lain, Angkasa Pura cemas akan terjadi persaingan antarbandara.

Menurut GM Angkasa Pura Sepinggan Balikpapan, Pujiono, BSB dapat menjadi Bandara domestik yang melayani penerbangan di Indonesia. Hal itu akan menyedot penumpang yang selama ini menggunakan Bandara SAMS Balikpapan.

“Kita punya target 10 juta penumpang, jika BSB tidak dikelolah AP maka target 10 juta penumpang itu bisa tidak tercapai,” kata GM Angkasa Pura Sepinggan Balikpapan, Pujiono beberapa waktu lalu.

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengatakan, Angkasa pura telah menyampaikan niatannya untuk ikut mengelola BSB. Hanya saja, untuk mengelola BSB itu harus ada pembicaraan dan mempertimbangkaan aspek Bisnis To Bisnis (B to B).

Namun, ia mengaku tidak masalah jika BSB ingin dikelolah Angkasa Pura, terlebih melihat sisi kemampuan Pemprov untuk mengelola BSB terkendala Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengalaman.

Kekhawatiran pihak Angkasa Pura tersebut terbantahkan. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan, keberadaan BSB bukan masalah bagi Bandara SAMS. Menurut Gubernur, Bandara BSB akan melayani penerbangan yang belum diatur Bandara SAMS.

“Penerbangan itu bisa diatur sebenarnya. Ada nggak penerbangan dari Kaltim ke Palu, Kaltim ke Mamuju, atau Kaltim kePalangkaraya. Kita bagi rejeki dan itu bisa diatur, jangan sekarang langsung nggak mau rugi,” jelas Gubernur.

Menurut Gubernur, perhitungan untung rugi diserahkan kepada konsultan. Harapannya, Bandara BSB tetap bisa menjadi bandara komersil yang melayani penerbangan langsung di Indonesia tanpa harus transit di Bandara Sepinggan Balikpapan.

“Kita‘kan ada konsultan, itu nanti dihitung untung ruginya,” jelas Gubernur.

Pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara masih dalam pembangunan Runway atau Landasan Pacu sepanjang 2.250 meter.

Bandara ini masih memerlukan lampu di landasan, air navigation set, serta mecanical electrical. Targetnya, BSB akan operasi pada 2017 mendatang.(*)

 

Reporter : Tar    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0