17 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sadis, Satu Keluarga Orangutan di Bontang Sengaja Dibakar


Sadis, Satu Keluarga Orangutan di Bontang Sengaja Dibakar
Taman Nasional Kutai (TNK) sedang olah TKP menyelidiki terpanggangnya tiga orangutan di Jalan Arif Rahman Hakim, Minggu, 21 Februari 2016. (KLIKBONTANG/ZENUL)

Beredarnya foto-foto orangutan terbakar di kawasan lahan Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Sabtu, 21 Februari 2016 bukan hanya isapan jempol. 

Kepada Klik Bontang, salah satu warga RT 41 Kelurahan Belimbing, Yuli Hamid mengakui pertama kali menemukan tiga bangkai orangutan betina terpanggang sekira pukul 07.00 Wita pagi tadi.

Penemuan itu berawal dari ayahnya yang sedang mengawasi pekerjaan di dekat lokasi penemuan bangkai tersebut. Selang kemudian, ayahnya langsung memberitahukan Yuli. Dia pun langsung datang dan mengabadikan bangkai itu dengan memfoto serta membaginya di akun facebook pribadinya.

"Saya kasian dan iba dengan orangutan tadi, makanya saya upload ke Facebook biar banyak yang tahu,” jelas dianya kepada Klik Bontang.

Kata Yuli, orangutan ini memang sering bermain dan mencari makan di kawasan tersebut sejak beberapa bulan sebelum ada kebakaran lahan, Sabtu, 20 Februari 2016 kemarin.

"Kalau dulu di hutan di sekitar Jalan Arif Rahman Hakim memang ada orangutan sering main, tapi kalau ke sini baru saja beberapa bulan ini," tambahnya.

Kejadian kebakaran hutan ini, lanjut Yuli, terjadi sekira pukul 14.30 Wita, Sabtu, 20 Februari 2016 Wita yang dibakar oknum warga. Kebakaran pun meluas, Yuli mengaku juga melaporkannya ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) Pemkot Bontang kala itu.

Terkait penemuan bangkai orangutan yang terpanggang itu, Yuli pun mengaku sudah dihubungi Taman Nasional Kutai (TNK) agar memastikan orang hutan agar tidak dikubur terlebih dahulu, sebelum petugas datang.

"Karena saya posting di Facebook, saya tadi dihubungi pihak Dinas Kehutanan," katanya.

Namun Dia tidak bisa memastikan bisa menjaga, pasalnya tanah tersebut bukan miliknya.

 Sehingga dia menginginkan agar pihak berwajib yang menjaga tempat kejadian perkara (TKP).

"Wah saya tadi bilang enggak bisa, karena ini lahannya orang. Ini saja sudah mau dikubur, tuh udah digali," ujarnya seraya menunjukan galian.

Hingga berita ini diturunkan pihak TNK sedang meneliti orangutan mati tersebut.

Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Erly Krismanto langsung melaporkan kejadian meninggalnya tiga orangutan ke pihak kepolisian.

Menurutnya, kematian tiga orang diduga sengaja dilakukan sekelompok orang. "Kalau cuman dibakar dari satu arah pasti bisa melarikan diri, tapi saya yakin ini dibakar keliling," tegasnya.

Atas kejadian ini, pihaknya sudah mengkonfirmasi pihak Polres Bontang untuk segera melakukan penyelidikan.

Dia menambahkan, ketiga orangutan tersebut diyakini satu keluarga. 2 orangutan anak berusia sekitar 5 bulan dan 7 tahun sedangkan sang ibu berumur 20-25 tahun.

"Ini satu keluarga, karena orangutan itu ikatan keluarga mereka sangat kuat," katanya.

Sementara, diduga lahan lahan ditemukannya tiga ekor orangutan terpanggang di Gang Makmur RT 41 Kelurahan Belimbing, Bontang Barat milik S, warga Lhoktuan.

Klik juga: Tiga Orangutan Tewas  Terpanggang di Bontang Beredar di Facebook

Yuliana Hamid, saksi mata kejadian, mengaku melihat S sengaja membakar lahan seluas berkisar 50x70 meter persegi. Dia membakar lantaran terdapat orangutan di lahan miliknya sendiri.

Saat ini di lokasi kejadian, pihak TNK masih menunggu polisi untuk menyisir TKP dan mengumpulkan informasi dari saksi mata. (*) 

Reporter : Dasrun Darwis    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0