17 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Peringkat Pertama Dunia, Kecepatan Internet Korsel Tembus 23,1 Mbps


Peringkat Pertama Dunia, Kecepatan Internet Korsel Tembus 23,1 Mbps
ilustrasi

KLIKSANGATTA - Korea Selatan dinobatkan sebagai negara dengan akses Internet terbaik di dunia, diikuti sejumlah negara terkemuka lainnya yang memiliki tabel ICT Development Index (IDI, Indeks Pembangunan TIK) tinggi. Kecepatan Internet Korsel rata-rata 23,1 Mbps.

Banyak orang tentu menginginkan akses Internet cepat. Untuk apa? Banyak! Pertama, untuk keperluan hiburan, koneksi Internet cepat bisa digunakan untuk music streaming atau video streaming. Tanpa koneksi Internet cepat, dan juga stabil, mustahil kita bisa menikmati music streaming atau video streaming.

Peringkat IDI dilakukan pada beberapa aspek, yaitu kecepatan akses Internet atau bandwidth yang diukur dalam bit per detik, volume langganan Internet tetap per 100 orang, dan persentase rumah tangga dengan komputer, yang memberikan skor skala 10 kepada negara yang bersangkutan.

Korea Selatan, yang duduk di tempat pertama, mengantongi skor 8,93. Kemudian disusul oleh Denmark, Islandia, Inggris, dan Swedia dengan skor berturut-turut masing-masing 8,88, 8,86, 8,75 dan 8,67.

Lalu posisi enam hingga sepuluh ditempati oleh Luksemburg, Swis, Belanda, Hong Kong dan Tiongkok, serta Norwegia. Skor masing-masing untuk negara-negara tersebut adalah 8,59, 8,56, 8,53, 8,52, dan 8.49.

Menarik untuk diperhatikan Tiongkok dan Hong Kong, berhasil menduduki peringkat kesembilan. Maka, pencapaian ini akan menjadi amunisi baru bagi Tiongkok untuk mengukuhkan diri sebagai kiblat baru bagi teknologi dunia.

Kita ketahui bersama saat ini negeri berjuluk Tirai Bambu itu berhasil menunjukkan taringnya di dunia berkat pencapaian mengagumkan dari pabrikan teknologinya.

Laporan Strategy Analytics mengungkap, tiga pabrikan Tiongkok, yaitu Huawei, Lenovo, dan Xiaomi menjadi raja smartphone, dengan duduk di posisi ketiga, keempat dan kelima, setelah Samsung dan Apple.

Pangsa pasar Huawei diketahui mencapai 7,5%, disusul oleh Lenovo yang meraih 5,3% dan Xiaomi yang mengantongi 5% pada kuartal ketiga kemarin dengan rentang Juli hingga September.

Dengan demikian, tidak berlebihan rasanya, apabila di masa depan Tiongkok mungkin saja akan menyalip Amerika Serikat atau negara-negara Eropa dalam hal teknologi.

Sementara Indonesia berada di ranking ke-108 dengan skor 3,94. Peringkat ini naik sedikit setelah pada 2010 berada di posisi ke-109 dengan skor 3,11. Tahun 2015, peringkat Internet Indonesia semakin naik, awalnya Indonesia berada di peringkat ke-122, Lalu pertengahan 2015, berada di peringkat ke-116 dan terakhir berada di posisi ke-188.

Indonesia, seperti Brasil, Pakistan, Nigeria dan Banglades, yang merupakan negara berkembang dengan populasi penduduk tinggi berpotensi mengalami perubahan tinggi. Dengan adanya 4G long term evolution, diharapkan kecepatan akses Internet semakin hebat.

 

Reporter :     Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0