17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Senyap Sabet Penghargaan Film Dokumenter Terbaik 2016


Senyap Sabet Penghargaan Film Dokumenter Terbaik 2016

KLIKSANGATTA - Film dokumenter The Look of Silence (Senyap) mendapat penghargaan film dokumenter terbaik di Film Independent Spirit Awards, Sabtu, 27 Februari 2016.

Film besutan sutradara Joshua Oppenheimer ini mengalahkan Best of EnemiesHeart of a DogMeru, dan The Russian Woodpecker

"Terima kasih kepada kru kami di Indonesia yang harus tetap anonim untuk keselamatan mereka, tetapi yang membantu kami dengan The Act of Killing dan Senyap," kata produser Signe Byrge Sorensen yang menerima penghargaan bersama Oppenheimer dan Adi Rukun.

Penghargaan diserahkan di sebuah tenda di pantai di Santa Monica pada upacara yang diselenggarakan Silicon Valley Kumail Nanjiani dan Saturday Night Live Kate McKinnon.

Joshua Oppenheimer melalui akun Facebook-nya mengatakan, "Kami sangat tersanjung dengan dukungan komunitas film independen, karena pengakuan Anda terhadap kerja kami membantu kami menggunakan film untuk membuat perubahan nyata.

"Tepat setelah Oscar, kami akan pergi bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Washington DC bertemu dengan staf gedung putih, mendesak pemerintah untuk menyingkap dokumen dan mengakui perannya dalam kejahatan-kejahatan ini.

"Film, terutama film independen, dapat menjadi sebuah cermin kebenaran hanya dengan bantuan Anda. Untuk itu, kami sangat bersyukur."

Joshua menganggap genosida Indonesia 50 tahun yang lalu belum berakhir. Menurut dia, pelakunya masih berkuasa dan jutaan korban masih hidup dalam ketakutan.

"Namun, saya sangat merasa terhormat bahwa, film Jagal dan Senyap, telah menjadi sebuah gerakan untuk kebenaran, keadilan, dan rekonsiliasi di Indonesia," tulis Oppenheimer.

Genosida, menurut Joshua, tidak hanya menjadi sejarah Indonesia, tetapi sejarah Amerika. Pemerintah Amerika Serikat, tulis dia, menyediakan senjata, uang, dan latihan militer, serta mendaftar ribuan nama publik figur Amerika Serikat untuk dibunuh.

"Kami harus melakukan pekerjaan yang sama sebagai orang Indonesia. Kita harus menyingkap dokumen yang mengungkapkan peran mereka dalam kejahatan dan bertanggung jawab," tulisnya.

TEMPO.CO

Reporter :     Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0