19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Eksklusif Berita Rekomendasi

Iptu Rina Dwi dalam Hari Perempuan Sedunia: Membangun Kepribadian demi Kesetaraan


Iptu Rina Dwi dalam Hari Perempuan Sedunia: Membangun Kepribadian demi Kesetaraan
KBO Sat Binmas Polres Kutim Iptu Rina Dwi K. (KLIKSANGATTA/ARDAN)

“Perempuan punya kelebihan tersendiri. Kami punya pandangan yang pada titik tertentu sangat penting dalam penyelesaian masalah khususnya soal perempuan dan anak.”

Sejak lencana Korps Bhayangkara tersemat di dadanya, tanggung jawab yang harus diemban tak pernah dibayangkan. Terlahir sebagai seorang perempuan, bergabung di kepolisian, menjadi panutan bagi polisi wanita (polwan) juniornya hingga memegang jabatan penting di satuannya.

Inspektur Satu (IPTU) Rina Dwi K, adalah polwan kelahiran Balikpapan yang kini menjadi Kaur Bin Ops di Satuan Binmas Polres Kutai Timur. Dengan itu, tugasnya acap kali bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk pemberdayaan serta memelihara ketertiban. Sosok perempuan yang mengedepankan rasa, dipadu sikap tegas melalui seragam dinas dinilai sangat efektif menjalankan tugas tersebut.

“Perempuan punya kelebihan tersendiri. Kami punya pandangan yang pada titik tertentu sangat penting dalam penyelesaian masalah khususnya soal perempuan dan anak. Itu juga yang menjadi pertimbangan Polri dalam program recruitment 7.000 polwan tahun 2014 lalu,” sebut polwan yang sebelumnya menjabat Kanit PPA Satreskrim Polres Kutim ini.

Masih dalam suasana Hari Perempuan Sedunia atau International Woman’s Day 8 Maret lalu, tema percepatan kesetaraan gender yang diusung tahun ini sudah diterapkan di lingkungan institusi Polri, ia menyebutkan. Antara polwan dan polki (polisi laki-laki), kata Rina, terus menuju kesetaraan. Bahkan, jabatan strategis di kepolisian hari ini sudah banyak dipegang oleh polisi perempuan.

“Mulai dari Kapolsek, Kasat, hingga jajaran petinggi Mabes Polri sudah menempatkan sosok-sosok perempuan. Tentu semua itu perlu proses dan perjuangan agar kesetaraan hak bagi perempuan dapat dicapai,” ujar Rina kepada kliksangatta yang tengah sowan ke ruangannya, Selasa (8/3/2016).

Proses itu, sebut Rina, berawal dari mengubah mindset terkucilkan dan perbaikan kepribadian bagi perempuan. Dan tetap memposisikan diri sebagai makhluk yang berpasangan dengan pria sesuai kodratnya, seperti menjadi ibu bagi anak dan istri di dalam rumah tangga.

“Pola pikir dan kepribadian yang harus diperbaiki, jangan pernah merasa; saya perempuan lalu tidak bisa melakukan hal yang dilakukan laki-laki,” tegas polwan berhijab itu.

Halaman selanjutnya>>>



Reporter : Ahmad Ardan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0