19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Iptu Darmaji, Penggemar Glock yang Humoris di Polres Kutim


Iptu Darmaji, Penggemar Glock yang Humoris di Polres Kutim
Iptu Darmaji (berdiri tengah) bersama rekan personel di Satuan Reskrim Polres Kutim. (Dok. Pribadi)

/images/img_galeri/53IPTU DARMAJI WITH RIFLE.jpg

KLIKSANGATTA – Rekan-rekan polisi di satuannya mengenal sosok ini sebagai pria ramah yang humoris. Di samping kesan kaku yang hadir pada seragam Korps Bhayangkara, ada saja caranya agar suasana tidak keki dan membosankan.

Namanya Darmaji, yang dalam bahasa Jawa berarti kebaikan yang berharga. Kini ia memegang peran Kepala Unit Satu Pidana Umum di Satuan Reserse Kriminal Polres Kutim. Inspektur Satu Darmaji SH, sosok lainnya di kepolisian yang kerap hadir mencairkan suasana.

Kiprah pria kelahiran Mojokerto 3 Juli 1976 silam ini cukup beragam di kepolisian. Sebelumnya ia pernah ditugaskas di Polsek Babulu, Penajam Paser Utara, Polresta Balikpapan, hingga di Polda Kaltim.

Baru setelah lulus Sekolah Perwira Kepolisian (SPK) tahun 2012, ia langsung ditugaskan di Polres Kutai Timur. Selama bertugas di wilayah Kutim, penanganan kasus sengketa lahan menjadi yang paling berkesan baginya.

“Kasus semacam ini menjadi yang paling di dominan di Kutim, bahkan menjadi perhatian di tingkatan provinsi. Kesulitan terjadi karena efek lemahnya sistem administrasi, sehingga butuh penanganan khusus,” ungkap polisi yang tengah menempuh pendidikan S2 Hukum ini.

Ia melihat adanya unsur kelalaian dengan mudahnya menerbitkan surat atas hak tanah tanpa pengecekan dan pendataan yang teliti. Praktek itu, tambah Darmaji, sudah sering dilakukan mulai dari level otoritas terendah seperti RT, desa dan seterusnya.

“Dampaknya mulai ramai, penegakan hukum diramaikan dengan kasus saling klaim lahan seperti sekarang ini,” tambah polisi yang mahir dalam menembak dan memfavoritkan senjata api jenis Glock Gen4 itu.

Dengan berprinsip pada sikap jujur, setia dan tak kenal menyerah dalam penegakan hukum, Darmaji berharap tindakan kriminal di wilayah Kutim dapat berkurang. Khususnya menghilangkan kekerasan terhadap anak dan perempuan, ia menambahkan.

“Saya percaya keanekaragaman di Kutai Timur adalah karunia dalam perekat persatuan. Semoga kita semua saling menjaga keamanan dan kenyamanan, bisa dimulai dari lingkungan bertetangga,” imbuhnya. (*)

Reporter : Ahmad Ardan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0