17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Resensi Buku Dream Catcher: Ketika Pemimpi Menyatakan Mimpi


Resensi Buku Dream Catcher: Ketika Pemimpi Menyatakan Mimpi
Cover Buku Dream Catcher

“Dream are invented, we are not born with them” ~Alanda Kariza~.

Begitu bunyi salah satu qoutes, yang aku temukan di buku ‘Dream Cather’ punya Alanda Kariza. Bagiku sendiri, kalimat itu ‘nggak mungkin muncul’ dari mulut manusia muda ‘sembarangan’. Kalau bukan motivator muda, ya pasti pemuda yang sudah meraih banyak kesuksesan  hidup dengan kerja keras yang pernah dia lakukan. 

Di usia 15 tahun, Alanda dan teman-teman mudanya mendirikan sebuah organisasi TCFT atau ‘The Cure For Tommorow’ yang tujuannya adalah sebagai wadah sosial untuk membantu korban gempa di Yogjakarta.

Bermula dari itu, dia pun berlajut membuat proyek baru bernama IYC atau Indonesia Youth Conference, yang sudah sukses mengundang 1000 pemuda di acara itu. Selain itu, Alanda juga telah menjelajah beberapa negara di Eropa dan Amerika, mewakili Indonesia di ajang konferensi bergengsi seperti Global Changemakers. 

Semua berawal dari mimpi yang direalisasikan lalu di perjuangkan sekuat tenaga. Kita mungkin punya mimpi yang sama, tapi lagi-lagi hanya yang berjuanglah yang jadi pemenangnya.

Dalam buku ini, Alanda lebih menitik beratkan pada proses dengan memberi catatan trik dan tips kepada pembaca, mengenai menjemen pribadi agar siap meraih mimpi.

Cerita sukses teman-teman Alanda pun tidak kalah seru, seperticerita Annisa Amalia (Abaz), yang masih muda tapi punya mimpi di bidang musik dan film. Annis, mengambil langkah pertama perjuangannya dengan menjadi menejer band Monday  Math Class dan L’alphalpha sampai kemudian terlibat dalam pembuatan film ‘Bukan Flu Biasa, LA Light Indie Movie Festival 2009 sebagai production assistant

Atau kisah dari Digayuza Setiawan yang sekarang terkenal sebagai seorang penulis dan pembuat film. Dia juga seorang pendiri Lingkar Ide PPIA, channel dokumenter di Youtube. 

We have plan ready..

We have made our choice

We know what we want to do..

~Alanda Kariza~

Setelah memberikan trik dan tips, Alanda juga mencantumkan alamat website, yang dapat di kunjungi pembaca setelah mengatahui apa yang menjadi impian mereka (red.pembaca). Seperti alamat website ‘Global Changemaker’, yang sudah memberikan kesempatan kepada Alanda untuk menjadi delegasi mewakili pemuda Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap masalah-masalah sosial, lingkungan, politik, ekonomi yang sedang terjadi di dunia. 

Muda, visioner dan tidak menggurui. Aku menyesal karena baru bertemu buku ini.  Sebab, secara keseluruhan buku ini sangat memberikan pencerahan bagi siapapun yang mau  membaca.

Tetapi tetap saja, Dream Cather hanyalah sebuah buku yang punya sisi lebih dan kurang. Seperti halaman-halaman yang  mengupas cerita sukses teman-teman Alanda, bagiku di halaman itu, pembaca kurang mendapatkan detail cerita sukses mereka, step by step yang mereka lakukan untuk sukses. 

Sebab, bagiku, pembaca perlu tahu, bahwa sukses meraih mimpi itu totally hard work, totally sick, totally tired, but when we are keep to do, we will get a success.

Judul                           : Dream Cather

Penulis                         : Alanda Kariza

Penerbit                       : PT. Gagas Media

Tahun                          : 2012

Jumlah Halaman          : 217

ISBN                           : (13) 978-979-780-537-1

Peresensi                     : Junius Andria

(*)

 

Reporter : Junius Andria    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0