17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Suara SHC Terhadap Stigma Buruk Hipnotis dan Tips Menghindarinya


Suara SHC Terhadap Stigma Buruk Hipnotis dan Tips Menghindarinya
Komunitas hipnotis Sangatta Hypnosis Community (SHC) dari kiri ke kanan; Jumadi, Andi dan Iwan ketika menyambangi kantor KlikSangatta.com.

Saat itu sudah nyaris pukul 22.00 Wita, tiga orang berpenampilan kasual datang ke kantor media kami di Jalan Karya Etam, Sangatta Utara di minggu terakhir Maret lalu. Saya mengenali satu di antaranya, yang terlihat paling muda, setelah sebelumnya terlibat dalam festival film pendek se-Kalimantan Timur di akhir 2015 lalu.

Saya menyapa duluan dan menanyakan keperluan mereka. Andi, yang saya kenali singkat menjawab, “ini Bang, kami yang kemarin email, mau datang hari ini untuk ngobrol soal hipnotis.”

Sedikit terkejut, saya meyakinkan kedatangan ketiganya pada rekan yang membalas milis mereka untuk janjian malam itu. Mendapat konfirmasi, kami mempersilahkan ketiganya duduk di ruang tamu sederhana kami.

Masing-masing mereka memperkenalkan diri. Andi Jaka (18), pemuda akhir semester SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara itu sudah menggeluti hipnotis selama dua tahun terakhir sebagai seni hiburan.

Lalu Iwan (24), karyawan swasta yang tertarik pada penggunaan ilmu hipnotis sebagai terapi psikis. Dan Jumadi (30), pegawai instansi pemerintah Kutim yang masih baru mendalami hipnotis. Ketiganya tergabung dalam Sangatta Hypnosis Community (SHC).

Tujuan dari SHC, kata Andi, untuk meluruskan pandangan negatif masyarakat terhadap hipnotis yang kerap lekat dengan dunia kriminal. Ia menyatakan, hipnotis sepenuhnya keilmuan yang menggunakan teori dan praktek tanpa unsur mistis.

“Hipnotis itu ilmiah, bukan mistis. Semua orang bisa, tergantung orangnya memahami cara dan teori untuk dipraktekkan,” tambah Jumadi.

Ia menyayangkan fungsi hipnotis yang awalnya sebagai eksperimen metafisika dan terapi, namun kerap digunakan sebagai media melakukan tindak kriminal yang merugikan masyarakat.

Halaman selanjutnya>>>



Reporter : Qadlie Fachruddin    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0