19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Lupakan Batubara, Pekerja Tambang asal Bontang Nekat Rintis Usaha


Lupakan Batubara, Pekerja Tambang asal Bontang Nekat Rintis Usaha

Sudut Jalan HM Ardans, Kecamatan Bontang Selatan tampak ramai, roda dua dan empat berkumpul memadati parkiran 15x20 meter.

Pengujung duduk santai berbaur dengan asap bakaran sate, yang tipis-tipis melintas lalu hilang ditiup angin. Dua pria terlihat sibuk melayani pengunjung.

Usia keduanya masih muda, gerakanya lincah membawa nampan berisi 4 gelas minuman dingin, satunya duduk di pojok membakar sate telur dan jeroan ayam.

Saat itu baru pukul 20.00 wita, pengunjung mulai ramai berdatangan ke Moggo. Angkringan dengan konsep yang sedikit berbeda pada umumnya, membuat warung sederhana ini ramai dikunjungi warga.

Usia muda dan tua berkumpul duduk di meja, ada pula yang memilih melantai dalam ruangan, di menikmati santapan di bawah sinar bola lampu kuning. Monggo, menjadi familiar bagi warga Bontang yang suka duduk berlama, sekadar membahas guyonan, lalu tertawa kemudian larut bersama suasana.

Layar proyektor terpampang rapi menjadi sorotan. Pertandingan sepak bola menjadi tontonan seru bagi para pengunjung. Sorak riuh pengunjung menonton pertandingan, kala itu Arema Malang versus Persib Bandung.

Dua pria tadi, makin sibuk seliweran, gesit membawa nampan penuh pesanan pelanggan yang sudah menunggu.

Asrul Saleh atau akrab disapa, Acung dan Ashari merupakan karyawan tambang swasta, tidak jauh dari Bontang. Keduanya sepakat merintis bisnis kuliner dengan mengusung tema angkringan modern baru-baru ini.

Keputusan membuka angkringan Monggo, telah dipikirkan matang sejak 2 tahun lalu. Deposit selama kerja di tambang dipecahkan, simpanan dari ‘celengan’ tidak sedikit.

“Kami mulai usaha ini dari modal tabungan yang sudah kami kumpulin selama kerja,” kata Acung, seraya diaminkan dengan anggukan ringan Ashari.

Modal sekira Rp 100 juta, diinvestasikan demi usaha ini. Bermodal sedikit ‘nekat’ mengadaikan peluh keringat selama kerja di meja kuliner mendapat sambutan dari masyarakat Bontang. Santapan ringan ala angkringan disajikan di gerobak, pembeli tinggal memesan lalu makanan tiba.

Menjadi pebisnis muda, kata pria alumnus SMA Negeri 2 Bontang ini bukan tanpa alasan.

Kelesuan ekonomi akhir-akhir ini, khususnya di tambang batu bara membuatnya optimistis mendirikan angkringan Monggo. Ashari menanggapi seragam dengan rekannya, bekerja sebagai karyawan tambang tidak menjadi jaminan bagi dirinya di hari esok.

“Kita enggak tahu ke depan tambang batu bara ini gimana. Sekarang saja sudah anjlok, jadi beberapa karyawan harus di rumahkan dulu. Tidak menutup kemungkinan bisa saja besok-besok bisa terjadi ke kami.

Makanya, nekat aja buka usaha. Kalau enggak dimulai dari sekarang, kapan lagi,” ujar Acung.

Bisnis kuliner angkringan dipilih atas hobi nongkrong keduanya. Menghabiskan waktu di saat senggang dan sejenak menyegarkan pikiran usai bekerja. Tema dari monggo, angkringan modern, layaknya angkringan harga yang ekonomis namun tidak mengenyampingkan kenyamanan saat duduk berlama-lama.

Konsepnya terbukti berhasil, dalam semalam Monggo meraup omzet Rp 1–2 juta tiap malam, dalam sebulan mampu mengumpulkan pundi rupiah puluhan juta.

Menggadaikan ‘celengan’ dengan bumbu optimistis berbuah manis, seolah hasil jerih payah mereka terbayar.

Lantas, hal itu tak membuat keduanya jumawa, mereka tetap menyempatkan diri menjadi pelayan padahal untuk membantu 4 orang tugas pekerjanya. 

Kedepan mereka berharap, monggo menjadi salah satu destinasi kuliner di Bontang, bukan hanya tempat santai. Tapi berkumpul ria bersama sanak famili. (*)

Pembaca yang budiman, terima kasih sudah berkunjung.

 Kami juga hadir di facebook kliksangatta dan twitter @kliksangatta.

  Selamat beraktivitas

 

Reporter : Ikhwal Setiawan/klikbontang    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0