24 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Terlibat dalam IWWEF 2016, PDAM Kutim Berlari Mengejar Ketertinggalan


Terlibat dalam IWWEF 2016, PDAM Kutim Berlari Mengejar Ketertinggalan
Wapres Jusuf Kalla membuka IWWEF 2016 yang dihadiri PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur

KLIKSANGATTA.COM – PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim) mengikuti pameran dan forum skala nasional yang bertajuk Indonesia Water and Wastewater Expo & Forum (IWWEF) tahun 2016, sejak 3 Mei sampai 5 Mei 2016 di di Jakarta Convention Centre (JCC).

Kegiatan yang digelar Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) merupakan yang keenam dengan tema “Water Technology”.  

Dibuka oleh Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, IWWEF dihadiri sekitar 70 undangan yang sebagian besar perwakilan Anggota Luar Biasa (ALB) PERPAMSI dan 330 anggota biasa Perusahaan Air Minum  seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk pameran (expo) dengan jumlah stand sekitar 120. Peserta Expo dari luar negeri diantaranya dari Thailand, Malaysia, Jepang, Cina, Singapura dan Australia.

Dalam pameran ini, PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur mengusung tema “Berlari Mengerjar Ketertinggalan” dengan menyajikan informasi antara lain, Dukungan Pemerintah dan DPRD Kabupaten Kutai Timur dalam Kegiatan Air Bersih dan Pemberian subsidi bagi PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur.

Disamping itu, sejumlah kerjasama peningkatan manajemen, diantaranya Kerjasama dengan BPKP Perwakilan Kalimantan Timur dalam pendampingan perbaikan Manajemen dan peningkatan Kinerja sejak Tahun 2009 hingga saat ini. 

Melalui audio visual, PDAM Tirta Tuah Benua juga menampilkan Teknologi sistem baca meter dengan menggunakan aplikasi dan android yang meliputi titik koordinat meter air pelanggan.

Selain itu, kegiatan Twinning dengan PDAM Kota Palembang dalam pembinaan SDM, dengan PDAM Kota Banjarmasin dalam Penurunan NRW, dengan PDAM Kabupaten Tangerang dalam pembuatan GIS.

PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur juga menunjukkan Teknologi Aerasi Sederhana dalam proses penjernihan air baku yang mengandung kadar besi (Fe) yang tinggi, yang digunakan untuk melayani kebutuhan air bersih warga Kutai Timur.

Bagi PERPAMSI, IWWEF memiliki arti strategis menuju capaian yang lebih baik di sektor air minum dan air limbah terutama dalam mengejar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019.

Target itu adalah 100 akses aman air minum. Layanan air minum perpipaaan yang menjadi tugas PDAM harus bisa meningkat dari 25 persen menjadi 65 persen atau setara dengan 12 Juta Sambungan Baru.

Hal ini tentu membutuhkan infrastruktur pendukung dari berbagai mitra PERPAMSI baik untuk kimia, pipa, meter air, dan lain-lain. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0