26 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Buruh Perempuan Dibunuh dengan Gagang Cangkul Tertancap di Kemaluan


Buruh Perempuan Dibunuh dengan Gagang Cangkul Tertancap di Kemaluan
Korban tewas dievakuasi ke Rumah Sakit di Tangerang, Banten.

Pembunuhan sadis terhadap seorang buruh perempuan terjadi di Kabupaten Tangerang, Banten. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kepolisian di lokasi, gadis bernama Enno Fariha (19), tewas dalam kondisi tanpa busana. Yang memilukan, di kemaluan tertancap cangkul beserta gagangnya.

Jenazah buruh pabrik PT Polyta Global Mandiri (PGM) itu ditemukan sekitar pukul 08.40 WIB, Jumat, 13 Mei 2016 di mes pekerja.

Jasad pertama kali ditemukan tiga teman kerjanya masing-masing bernama Yaya Jaidi, Fitroh dan Eroh.

Menurut sejumlah kesaksian, kamar mes korban dalam kondisi terkunci dari luar. Saat digedor, korban tidak menyahut. Karena curiga, sejumlah rekan korban, mendobrak pintu kamar, dan menemukan korban sudah tidak bernyawa dan bersimbah darah.

"Memang benar ditemukan mayat wanita dalam kondisi cukup mengenaskan. Kondisinya tidak mengenakan busana. Ditemukan luka lebam cukup serius di area vital," kata Kapolsek Teluk Naga, AKP Asep Supriatna.

Setelah diidentifikasi, petugas kepolisian mengevakuasi jenazah Enno ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Tangerang. 

Mahpudoh, ibu korban, menuturkan bahwa sebelum peristiwa tragis tersebut Enno sempat pulang ke rumah di Kampung Bangkir, saat libur panjang pada 5-7 Mei lalu. ”Dia pulang dan sempat tanya, ibu mau apa? Saya bilang nggak mau apaapa, duitnya buat kamu beli baju bagus aja,” katanya ketika ditemui di RDUD Kabupaten Tangerang, kemarin. 

Enno yang merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara ini, memang kerap membawa buah tangan untuk keluarganya setiap pulang ke rumah. ”Dia pulang seminggu sekali. Suka bawa makanan, kue, permen buat adiknya. Padahal, gajinya kecil, jadi suka saya suruh tabung saja,” katanya sambil menangis. 

Halaman selanjutnya--->>>



Reporter :     Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0