14 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Walaupun Terseok, Pendapatan MU Malah Naik Musim Ini


Walaupun Terseok, Pendapatan MU Malah Naik Musim Ini

Manchester United membukukan pendapatan 123,4 juta pound sterling atau sekitar Rp 2,36 triliun pada kuartal III musim 2015/2016 ini. Walaupun terseok-seok di Liga Primer Inggris dan juga Liga Eropa, pendapatan United meningkat 29,9 persen pada Januari-Maret.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Ahad, 15 Mei 2016, United diperkirakan akan memperoleh pendapatan total 500-510 juta pound sterling tahun ini. Pada 21 Mei mendatang, United akan berlaga di final Piala FA melawan Crystal Palace di Stadion Wembley. Pemenang Piala FA akan mendapatkan hadiah 1,8 juta pound sterling.

United kemungkinan akan absen dalam Liga Champions musim depan. Saat ini, skuad asuhan Louis van Gaal itu hanya bertengger di peringkat kelima Liga Premier atau selisih dua poin dengan Manchester City yang berada di peringkat keempat. Malam ini merupakan malam penentuan apakah United akan berlaga di Liga Champions musim depan.

Jika United tidak lolos ke penyisihan grup Liga Champions selama dua musim berturut-turut, United akan kehilangan pendapatan 22 juta pound sterling dari salah satu sponsor terbesar mereka, Adidas. Hal itu tercantum dalam klausul kontrak United dan Adidas hingga sepuluh tahun mendatang yang mencapai 750 juta pound sterling.

Direktur Keuangan Perusahaan United, Hemen Tseayo, menanggapi santai ihwal kemungkinan tersebut. "Hal itu bukanlah sesuatu yang dapat membuat kami tidak bisa tidur saat malam hari," katanya. Dia optimistis United akan mampu menyalip City dengan mengalahkan Bournemouth di Stadion Old Trafford nanti malam.

Namun, lolos-tidaknya United bergantung pada hasil yang diperoleh City saat melawan Swansea. Jika City kalah dari Swansea dan United menang dari Bournemouth, United akan menggusur posisi City. Namun, jika klub berjuluk The Red Devils itu kalah dan West Ham serta Southampton menang, posisi mereka akan turun ke peringkat ketujuh. (*)

TEMPO I BBC

Reporter :     Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0