23 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Beralih Kewenangan, Asti Perjuangkan Insentif Guru SMA Kutai Timur


Beralih Kewenangan, Asti Perjuangkan Insentif Guru SMA Kutai Timur
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kutim, Asti Mazar, SE

KLIKSANGATTA.COM - Pengalihan kewenangan pengelolaan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) menimbulkan sejumlah kekhawatiran terkait nasib insentif guru SMA Sederajat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Jika sebelumnya guru SMA Sederajat di Kutim mendapatkan insentif dari Pemprov Kaltim dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, maka bagaimana setelah pengalihan kewenangan ke Pemprov Kaltim. Apakah guru di Kutim tetap mendapatkan insentif yang sama, atau akan berkurang seiring dengan impelementasi pengalihan kewenangan berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah?

Pertanyaan ini juga belum terjawab tegas oleh Pemprov Kaltim. Apalagi, pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim diproyeksi mengalami penurunan di tahun 2017.

Ketidakpastian insentif yang berujung pada kesejahteraan para “oemar bakri” itu mendapat perhatian Ketua Fraksi Golkar DPRD Kutim, Asti Mazar, SE.

Menurut Asti, pemerintah harus memberikan jaminan atau kepastian terhadap kesejahteraan guru SMA Sederajat di Kutim.

Walaupun terjadi pengalihan kewenangan pengelolaan, guru SMA Sederajat di Kutim, harus mendapatkan hak untuk sejahtera. Sebagai ujung tombak pendidikan, kesejahteraan guru kata Asti tidak bisa ditawar.

“Meskipun terjadi pengalihan pengelolaan kewenangan pendidikan menengah dari Kabupaten ke Provinsi, kesejahteraan guru SMA tidak boleh terganggu. Guru sebagai garda terdepan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa harus tetap mendapatkan insentif yang sama,” ujarnya.

Dengan tuntutan dan tantangan pendidikan, kesejahteraan guru menurut Asti, seharusnya terus meningkat. Mengingat, guru sebagai tempat menimba ilmu, menjadi pilar dalam persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, jelang penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Bagi kami, kesejahteraan guru harga mati. Seharusnya, kesejahteraan guru dari ke tahun meningkat. Apalagi, era MEA membutuhkan pendidikan yang berkualitas. Kalau guru tidak sejahtera, bagaimana mereka bisa mengajar dengan baik,” katanya.

Terkait dengan kekhawatiran sejumlah guru, Asti akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, untuk memastikan, insentif guru SMA Sederajat di Kutim tidak akan terganggu, pasca pengalihan kewenangan pendidikan menengah ke Pemprov Kaltim.

Disisi lain, Asti mengingatkan, insentif guru sangat terkait dengan kinerja dan kompetensi guru. Sehingga, dia berharap, guru di Kutim juga mampu menjaga dan meningkatkan profesionalisme sebagai tenaga pendidik. (*)

Reporter : Cecilia Setya    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0