17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pendidikan Terganggu, Burhanuddin Minta Solusi Transportasi Siswa Teluk Pandan


Pendidikan Terganggu, Burhanuddin Minta Solusi Transportasi Siswa Teluk Pandan
Anggota DPRD Kutai Timur, Burhanuddin, B.Sc

KLIKSANGATTA.COM - Setelah tidak lagi mendapatkan sarana bus sekolah dari PT Indominco Mandiri, siswa di Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), mengalami kesulitan mengakses transportasi pergi dan pulang sekolah.

Hal ini disampaikan anggota DPRD Kutai Timur, Burhanuddin, B.Sc, Senin, 16 Mei 2016. Menurutnya, kesulitan sarana transportasi mengganggu proses belajar mengajar siswa yang berada di Teluk Pandan.

“Siswa akhirnya sering terlambat sampai di sekolah. Mereka tidak bisa tiba tepat waktu, karena tidak ada sarana transportasi yang rutin seperti sebelumnya,” ujar anggota DPRD asal Daerah Pemilihan Teluk Pandan ini.

Burhanuddin menjelaskan, siswa di Teluk Pandan, harus menunggu kebaikan pengendara yang melintas untuk bisa mencapai ke sekolah. Begitupun saat mereka akan pulang sekolah menuju rumah. “Mereka sambil jalan, menunggu kendaraan yang lewat. Kalau ada pengendara yang baik, mereka bisa ikut sampai ke sekolah. Kalau tidak, mereka terpaksa menunggu. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” Katanya.

Setiap kali berangkat dan pulang sekolah, para siswa harus bertaruh nyawa, karena berada di tepi jalan dengan laju kendaraan yang cukup tinggi. Belum lagi, dengan ancaman predator anak yang saat ini sedang marak di Kutai Timur dan daerah sekitarnya.

“Tidak hanya soal terganggunya aktivitas pendidikan. Siswa juga terancam mengalami kecelakaan lalu lintas dan kekerasan anak dari orang-orang yang melihat hal ini sebagai kesempatan. Kita berharap, masalah ini bisa diatasi, sebelum anak-anak menjadi korban,” ujar Burhanuddin, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kondisi ini kata Burhanuddin, sudah berlangsung lama, namun belum ada solusi dari berbagai pihak untuk mengatasi keprihatinan di sektor pendidikan itu.

Menurut Burhanuddin, pihak perusahaan yang beroperasi di daerah Kutai Timur, khususnya Teluk Pandan, seharusnya bergerak cepat untuk mencari jalan keluar persoalan itu. Begitupun dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)

“Kami akan koordinasi dengan perusahaan dan pemerintah, khusus untuk membahas persoalan ini. Kasihan, anak-anak kita di Teluk Pandan, kalau ini terus dibiarkan karena tidak menjadi perhatian. Padahal ini masalah yang krusial untuk segera diselesaikan. Karena terkait dengan pendidikan dan masa depan anak yang menjadi prioritas pembangunan nasional,” katanya. (*)

Reporter : Cecilia Setya    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0