19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Cak Kus, Resign dari Tambang Sampai Punya Dapur Sendiri


Cak Kus, Resign dari Tambang Sampai Punya Dapur Sendiri
Kusnadi atau Cak Kus, pemilik sekaligus ahli nyambel Dapur Aneka Sambal di Sangatta. (KLIKSANGATTA/ANDI)

“Kalau ditanya hobi apa, saya jawab melukis. Orang saya minder sendiri kalau bilang hobi masak atau kuliner. Urusan dapur itu kan kesannya melekat sama perempuan. Dulu memang minder kalau dibilang hobi kulier, gak mau ngaku saya." - Kusnadi

KLIKSANGATTA.COM – Bekerja di perusahaan hanya persinggahan sejak ia memutuskan mendalami kuliner sebagai jalan hidup. Pria kelahiran Klaten, 10 November 1991 ini mengaku sudah sejak kelas 4 SD mengenal dapur masak. Ketika itu Cak Kus kecil sudah membantu orang tuannya yang pedagang makanan pagi untuk membuat bubur dan sayur.

Kebiasan itu terus dilakukan hingga SMP seperti membuat soto jelang buka puasa untuk dijajakan. Di kala itu ia sudah suka ‘nyambel’ sendiri. Sampai akhirnya, sejak lulus SMK Muhammadiyah II Jatinom di Klaten tahun 2010, Cak Kus memastikan cita-citanya: memiliki restoran. Kini jika melintasi Jalan Kabo, sebuah rumah makan ‘Dapur Aneka Sambal’ berdiri dengan ciri khas bambu dan kain jarik batik di pintunya.

Namun, cita-citanya itu tak berjalan mulus begitu saja. Ketiadaan modal menahan keinginannya sehingga ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta. Di ibukota, lulusan otomotif ini bekerja di salah satu perusahaan penyedia rental kendaraan kurang lebih selama dua tahun. Selama itu pula ia mempelajari menu makanan lewat internet dan bereksperimen di kos. Teman satu area kos pun jadi kelinci percobaan sambal-sambal kreasinya.

Perjalanannya ke Kutai Timur berawal dari informasi penerimaan karyawan PT PAMA, salah satu perusahaan tambang besar di Kalimantan Timur. Awal tahun 2013, ia diterima sebagai mekanik dengan kontrak tiga tahun. Dua tahun masa magang ia lalui dengan baik hingga pada akhir Desember 2016, managemen perusahaan mengumumkan bahwa angkatan kerjanya akan diputus pada akhir masa kontrak, atau pada Mei 2016.

KLIK juga: Buat Klikers Pecinta Kuliner Pedas, Dapur AS Sajikan 28 Macam Sambal

“Kami dikumpulkan oleh manager kalau angkatan kerja kami tidak diperpanjang kontraknya. Saat itu ada sekitar 87 mekanik,” ungkap Cak Kus dengan logat Jawanya yang masih terasa kepada kliksangatta.com.

Tepat setelah itu ia mengambil cuti selama tiga minggu di bulan Januari. Ia mulai berpikir apakah ini waktu yang tepat untuk melanjutkan impiannya: punya warung dan jadi bos di dapur sendiri. Saat itu ia sudah menikah dan modal belum dirasa cukup.

Motor hasil kredit setahun pun dikorbankan dengan terjual seharga Rp 17 juta. Cak Kus menghabiskan Rp 15 juta untuk membeli perlengkapan seperti kulkas dan alat dapur ditambah renovasi warung atau kios pertamanya sebelum pindah, yakni di perumahan G-House, Swarga Bara.

“Dua juta lagi habis buat bahan pokok dapur yang bisa distok dan bahan baku yang non-stok seperti ayam, telur, daging dan lainnya.

“Modal itu setiap hari saya puterin, ada untung sedikit saya tabung. Sekitar tiga bulan berjalan, ditambah pesangon perusahaan dapat sedikit lah bisa membantu pengembangan usaha. Kemudian pindah ke Jalan Kabo ini pertengahan bulan Maret,” ujar Cak Kus.

Halaman selanjutnya>>>



Reporter : Qadlie Fachruddin    Editor : Andi Marta



Comments

comments


Komentar: 0