26 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Jalan Rantau Pulung Buka Kran Transportasi Darat ke Daerah Pedalaman


Jalan Rantau Pulung Buka Kran Transportasi Darat ke Daerah Pedalaman
Jaln mulus Sangatta-Ranpul (Humas Pemkab Kutim)

KLIKSANGATTA.COM - Akses jalan dari Sangatta menuju Kecamatan Rantau Pulung (Ranpul) kini sudah jauh lebih baik. Progress ini tentunya menjadi nilai plus terkait pengembangan wilayah Ranpul yang digadang-gadang sebagai daerah penopang ibukota Kabupaten.

“Jalan penghubung antara Ibukota Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Sangatta ke Kecamatan Rantau Pulung (sekarang) bisa ditempuh dalam waktu 35 menit,” ujar Bupati Kutim Ismunandar, saat menghadiri operasi pasar murah di Desa Mukti Jaya SP 3 Kecamatan Ranpul belum lama ini.

Ismunandar bersyukur karena target pembangunan infrastruktur jalan yang representatif untuk warga satu demi satu tercapai.

Dia mengisahkan bahwa sebelum di aspal, jalan penghubung Sangatta-Ranpul hanya ditimbun batu-batu merah. Bahkan ada yang masih kondisinya tanah dan jika hujan turun tidak sedikit mobil terjebak di genagan lumpur. 

Salah satu prioritas kebijakan pembangunan era kepemimpinan dirinya bersama Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, adalah peningkatan infrastruktur dasar bagi masyarakat.

Yakni akses jalan penghubung dari ibukota ke kecamatan atau dari kecamatan ke kecamatan. Sehingga isolasi daerah bisa terbuka dan pembangunan dapat terlaksana dengan merata. Ismu menjelaskan secara bertahap pembangunan jalan yang belum selesai akan terus ditingkatkan.

Camat Rantau Pulung Poniso Suryo Renggono mengatakan sejak kondisi jalan ini baik, hilir mudik kedaraan semakin ramai.

Karena jalur tersebut bisa menjadi jalan alternatif menghubungkan ibukota ke wilayah pedalaman Kutim. Seperti ke Kecamatan Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Muara Bengkal, Muara Ancalong dan Kecamatan Busang.

“Bahkan jalur ini juga menghubungkan ke Kabupaten Berau. Semoga bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Rantau Pulung,” harap Poniso.  

Walaupun jalan penghubung antara kabupaten sudah beraspal hingga ke desa, namun diakuinya masih ada beberapa titik jalan yang belum beraspal. Tetapi secara teknis semua jalan sudah aman untuk dilewati walaupun dalam kondisi hujan.

Johirin, seorang pedangang sayur yang hadir saat kunjungan kerja Bupati mengatakan, sebelum jalan Sangatta-Ranpul di aspal, kendaraan roda dua yang dikendarainya sering rebah akibat jalan yang licin. Jika musim kemarau banyak debu menutupi pandangan mata.

”Sekarang mudah menempuh jalur (Sangatta-Ranpul) ini. Paling lama 35 menit sampai ke Rantau Pulung,” sebut Johirin dengan nada senang. (*)

Reporter : Humas Pemkab Kutim    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0