18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Wehea-Kelay jadi Ekosistem Esensial Pertama di Indonesia


Wehea-Kelay jadi Ekosistem Esensial Pertama di Indonesia
Petugas penjaga hutan lindung Wehea (TNC)

KLIKSANGATTA.COM - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendukung penuh proses penetapan bentang alam Wehea-Kelay sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).

Dukungan ini dalam upaya penyelamatan orangutan dengan populasi terbesar di Kaltim yang diperkirakan mencapai 2.500 ekor.

Bentang alam Wehea-Kelay adalah areal yang sangat penting bagi kehidupan orangutan (Pongo pygmaeus morio). Kawasan dengan luas lebih dari 500 ribu hektar tersebut sebagian besar masih didominasi oleh tutupan hutan, yaitu 80 persen, dengan daerah teras adalah Hutan Lindung Wehea.

Bidang Analis Konservasi Kawasan BLH Kaltim, Muhammad Fadli memaparkan, kondisi bentang tersebut memerlukan strategi pengelolaan dan pengelolaan secara kolaboratif dan terencana.

"Jadi, kita menyadari bahwa sekarang banyak satwa yang dilindungi itu berada di kawasan konservasi yang ada di dalam perusahaan, ditemukannya orang utan di kebun sawit contohnya. Ternyata, satwa ini sekarang tidak hanya bermukim di kawasan konservasi saja, hutan lindung, atau taman nasional saja.

“Kita menyadari bahwa sekarang ternyata banyak satwa yang ada di luar kawasan konservasi. Nah, maka kita ajak bicara ke teman-teman pengusaha untuk menjaga dan melindungi kawasan ini," tutur Fadli, Kamis 1 September 2016 usai menghadiri Dialog Publik Membaca Ulang Karst Kaltim di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Berdasarkan data, lebih dari 75 persen populasi orangutan Kalimantan berada di luar kawasan konservasi yang telah ditetapkan pemerintah. Atas dasar itulah, BLH Kaltim berinisiatif mengembangkan KEE Wehea-Kelay sebagai komitmen untuk menjaga kelestarian orangutan dalam skala bentang alam.

Pemilihan bentang alam Wehea-Kelay seluas 308.000 hektare ini menjadi KEE, lanjut Fadli, bukan hanya atas pertimbangan pentingnya kawasan menjadi habitat bagi populasi orangutan di Provinsi Kaltim. Pun, kawasan itu memiliki keanekaragaman hayati dan kandungan stok karbon yang tinggi.

"Kawasan ini juga berfungsi sebagai penyedia jasa lingkungan bagi kehidupan masyarakat setempat termasuk ekonomi, sosial, dan budaya. Jadi, kita peta luas kawasan ini kita dapat lebih dari 500 ribu hektare. Dan yang telah disepakati untuk itu kurang lebih 300 ribu hektare," ujar Fadli.

Keberhasilan pengelolaan kawasan KEE pertama di Indonesia ini sangat tergantung pada kerjasama para pihak, baik pemerintah, swasta, LSM maupun masyarakat. Dukungan apresiasi juga didapat dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK). Fadli yakin, visi tersebut akan terwujud.

"Jadi kita, ke depanlah. Makanya kita kemarin dapat apresiasi dari KLHK sebagai KEE pertama di Indonesia. Ya, ini memang butuh waktu ya semua untuk menjadi baik. Kita harus optimis bahwa kita bisa melindungi," pungkasnya. (*)

Reporter : Kliksamarinda/NR Syaian    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0