20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Keterlaluan, Pusat Pangkas Separuh Pendapatan Batubara Kutim


Keterlaluan, Pusat Pangkas Separuh Pendapatan Batubara Kutim
Aktifis Aliansi Masyarakat Kutim Menggugat, Alim Bahri (Kliksangatta/Abdul Wahid)

KLIKSANGATTA.COM - Aliansi Masyarakat Kutai Timur Menggugat (AMKT) tetap tegas menolak Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 tahun 2016, yang salah satunya berisi rincian Dana Bagi Hasil (DBH) daerah, yang dinilai sangat tidak adil bagi Kutai Timur (Kutim).

Dalam Perpres Nomor 66, DBH Batubara Kutim tercatat hanya Rp 966 miliar, atau berkurang drastis, dibanding DBH Batubara Kutim sebelumnya, yang tertuang dalam Perpres 137 tahun 2015. 

Jika merujuk pada nilai DBH Batubara dalam Perpres 137 tahun 2015 sebesar Rp 2,4 triliun, dan membandingkan dengan DBH Batubara dalam Perpres 66 tahun 2016 sebesar Rp 966 miliar, maka DBH Batubara yang dipangkas pemerintah pusat mencapai Rp 1,4 triliun.

“Kami memprotes keras ketidakadilan yang dilakukan pemerintah pusat terkait cara mereka melakukan pemangkasan Dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp 1,4 triliun dari DBH batubara," ujar perwakilan AMKT, Alim Bahri, Selasa, 6 September 2016.

Alim menjelaskan, Kutim tidak pantas mendapat perlakuan pemangkasan DBH Batubara yang terlalu besar. Jika dihitung angka presentasi pemangkasan, maka DBH Batubara Kutim dipangkas, diatas sekitar 59 persen.

“Ini keterlaluan, padahal  Kutai Timur adalah daerah penghasil terbesar batubara, kenapa bisa di pangkas sebesar ini dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Ini yang akan kami pertanyakan, dalam waktu dekat ke pemerintah pusat, kenapa seperti ini caranya melakukan pemangkasan DBH," ujar Alim

Klik juga: Defisit Anggaran Kutim Diperkirakan Mencapai Rp 1,6 Triliun

Alim menjelaskan, aksi protes pemangkasan DBH yang bersumber dari pendapatan  Batubara Kutai Timur, diharapkan membuka mata pemerintah pusat, agar mempertimbangkan secara adil dan proporsional pemangkasan anggaran.



Reporter : Sukriadi    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0