20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kamaruddin dan Pulang Miang dalam Sejarah Kehidupan Kolonial


Kamaruddin dan Pulang Miang dalam Sejarah Kehidupan Kolonial
Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang

KLIKSANGATTA.COM - Pulau Miang merupakan sebuah Desa di Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim). Luas pulau ini diperkirakan mencapai tiga kilo meter persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 500 jiwa.

Untuk mencapai tempat ini, dibutuhkan waktu 15 menit dengan menggunakan perahu dari penyeberangan muara sungai areal konsesi perusahaan perkebunan sawit PT PSI, Kecamatan Kaliorang.

Bagi sebagian orang, hidup di sebuah pulau yang terbatas dengan hiburan dan riuhnya kemeriahan kota tentunya terasa terasing. Pasti banyak pertimbangan, untuk memutuskan tinggal di pulau yang terpencil.

Namun tidak bagi warga Pulau Miang. Kehidupan di pulau adalah nadi kenyamanan dan kebahagiaan.

Seperti halnya Kamaruddin, Ketua Badan Permusyawaraan Desa (BPD) Pulau Miang. Kamaruddin menuturkan, hidup di Pulau Miang terasa tenteram, juga aman dari gangguan dunia.  

Karena itu, separuh waktunya diabdikan untuk mencari hidup di laut sekitar Pulau Miang.

"Hidup disini aman dari gangguan dan terasa tentram. Apalagi saya memang kelahiran disini dan juga hobi melaut," ungkap Kamaruddin, Rabu, 7 September 2016.

Sejak tahun 2005, Pulau Miang ditetapkan kembali sebagai sebuah Desa. Status administrasi itu, membuat pemerintah desa terus berupaya membangun berbagai fasilitas dan kebutuhan masyarakat setempat.

"Kita sudah punya sarana pendidikan untuk anak-anak SD, kemudian sarana listrik dan air yang mengaliri lebih dari 200 KK (Kepala Keluarga) dan 500 anggota keluarga," ungkap Kamaruddin

Klik juga: Menyapa Karat Lokomotif Uap Tertua di Bengalon

Menurut Kamaruddin, Pulau Miang telah dihuni sejak ratusan tahun yang lampau. Bahkan pada zaman penjajahan Belanda, Pulau Miang sudah menjadi hunian kaum kolonial.

Hal itu diperkuat dengan keberadaan empat unit sumur minyak bor yang menjadi saksi peninggalan Belanda, sekaligus menjadi kekayaan cagar budaya Kutim.

"Masyarakat sudah ratusan tahun bermukim disini, saya hidup dan lahir juga di Pulau Miang ini," ujar Kamaruddin yang lahir 15 Januari 1973. (*)

IMRAN R SAHARA

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0