26 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kalahkan Balikpapan, Kutim Daerah Paling Potensial Infrastruktur di Indonesia


Kalahkan Balikpapan, Kutim Daerah Paling Potensial Infrastruktur di Indonesia
Bupati Kutim, Ismunandar, bersama rombongan Pemkab Kutim saat peresmian jembatan Kelinjau II di Desa Mekar Baru, Kecamatan Muara Ancalong.

KLIKSANGATTA.COM - Kutai Timur (Kutim) menduduki peringkat satu Kabupaten atau Kota potensial kategori infrastruktur hasil penilaian Indonesia Attractiveness Award (IAA) tahun 2016 yang digelar Frontier Consulting Group dan Tempo Media Group.

Berdasarkan pengumuman pemenang di situs resmi IAA yang diakses, Kamis, 21 September 2016, Kutim mendapat index penilaian 71,37, mengalahkan 5 Kabupaten atau Kota lainnya di Indonesia.

Bahkan,sejumlah Kota yang dianggap maju seperti Kota Balikpapan, hanya menduduki peringkat 4 dengan index penilaian 67,23. Berikut daftar Kabupaten atau Kota Potensial Kategori Infrastruktur versi IAA:

No

Koridor

Provinsi

Nama Kab/Kota

Index

1

Kalimantan

Kalimantan Timur

KAB. KUTAI TIMUR

71.37

2

Sulawesi

Sulawesi Tengah

KAB. PARIGI MOUTONG

70.39

3

Sumatera

Riau

KAB. INDRAGIRI HILIR

69.13

4

Kalimantan

Kalimantan Timur

KOTA BALIKPAPAN

67.23

5

Sulawesi

Sulawesi Utara

KOTA MANADO

67.07

6

Sulawesi

Sulawesi Utara

KOTA BITUNG

64.57

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain menjadi daerah paling potensial kategori infrastruktur, Kutim juga masuk dalam 7 besar Kabupaten Potensial di Indonesia dengan index 68,50 dan criteria gold. Berikut daftar Kabupaten Potensial di Indonesia versi IAA: 

No

Koridor

Provinsi

Nama Kab/Kota

Index

Kriteria

1

Sulawesi

Sulawesi Tengah

KAB. MOROWALI

71.20

Diamond

2

Sumatera

Riau

KAB. INDRAGIRI HILIR

70.30

Diamond

3

Sulawesi

Sulawesi Barat

KAB. MAMUJU

69.79

Gold

4

Bali Nusra

Nusa Tenggara Barat

KAB. LOMBOK TIMUR

69.36

Gold

5

Sumatera

Riau

KAB. INDRAGIRI HULU

69.12

Gold

6

Sulawesi

Sulawesi Selatan

KAB. PANGKAJENE DAN KEPULAUAN

69.05

Gold

7

Kalimantan

Kalimantan Timur

KAB. KUTAI TIMUR

68.50

Gold

8

Sulawesi

Sulawesi Tengah

KAB. PARIGI MOUTONG

67.98

Gold

9

Sulawesi

Sulawesi Selatan

KAB. MAROS

67.37

Gold

10

Bali Nusra

Bali

KAB. KARANG ASEM

67.22

Gold

11

Kalimantan

Kalimantan Barat

KAB. KUBU RAYA

67.21

Gold

12

Sulawesi

Sulawesi Utara

KAB. MINAHASA UTARA

66.96

Gold

13

Sumatera

Jambi

KAB. TANJUNG JABUNG TIMUR

66.89

Gold

14

Sulawesi

Sulawesi Tengah

KAB. BANGGAI

66.75

Gold

15

Sumatera

Sumatera Selatan

KAB. MUSI BANYUASIN

66.75

Gold

16

Sumatera

Sumatera Selatan

KAB. BANYU ASIN

66.57

Gold

17

Sulawesi

Sulawesi Selatan

KAB. LUWU TIMUR

66.29

Gold

 

Kasubag Pemberitaan Humas Setkab Kutim, Imam Sujono Lutfi, penghargaan dari IAA tersebut akan diserahkan, Kamis, 22 September 2016 di Hotel Mulia Senayan, Jalan Asia-Africa Jakarta Selatan. Diperkirakan, Presiden RI, Joko Widodo, akan hadir menyaksikan penghargaan untuk Kabupaten atau Kota terbaik versi IAA.

Berdasarkan informasi di situs resmi IAA, metodologi penilaian daerah menggunakan 3 indikator, antara lain, Kontribusi PDRB terhadap PDRB Provinsi diatas 25% atau PDRB diatas rata-rata PDRB Koridor MP3EI, Pertumbuhan PDRB lebih besar dari rata-rata Pertumbuhan Koridor MP3EI atau PDRB Per Kapita lebih besar dari rata-rata PDRB Per Kapita Koridor MP3EI, dan Kabupaten/Kota yang tidak lolos indikator pertama dan kedua tetapi mendapatkan penghargaan IAA pada tahun 2015. 

Selain itu, pengukuran Indonesia Attractiveness Index 2016 ini menggunakan empat dimensi yaitu Investasi, Infrastruktur, Pariwisata dan Pelayanan Publik. Seluruh dimensi penilaian dilakukan berdasarkan data sekunder dan data primer, kecuali Pelayanan Publik yang dinilai berdasarkan data primer.

Data sekunder untuk dimensi Investasi, Infrastruktur dan Pariwisata berasal dari berbagai instansi seperti BKPM, BPS, Bank Indonesia dan kementrian-kementrian. Sedangkan untuk pengumpulan data primer, dilakukan dengan cara Mystery Calling terhadap 12 institusi di masing-masing kabupaten dan kota. 

Keseluruhan pengukuran ini akan disebut Indonesia's Attractiveness Index yang diharapkan mampu memberikan gambaran daya tarik setiap kabupaten maupun tingkat provinsi

Tujuan pengukuran dan penyebaran hasil pengukuran ini adalah, meningkatkan kesadaran kepala daerah akan pentingnya  menjadikan daerah mereka sebagai tujuan investasi dan pembangunan daerah, memberikan inspirasi kepada kepala daerah guna membangun strategi-strategi yang lebih terarah dan jelas di masa depan, dan memberikan informasi kepada para investor terhadap kesempatan bisnis untuk  investasi-investasi di daerah potensial di Indonesia. (*)

Reporter : Cecilia Setya    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0