18 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

PT. BAS Belum Tampak, Mediasi Konflik Perselisihan Lahan dengan Kelompok Adat Terancam Batal


PT. BAS Belum Tampak, Mediasi Konflik Perselisihan Lahan dengan Kelompok Adat Terancam Batal
Pertemuan yang difasilitasi Pemkab Kutim dalam mediasi persengkataan lahan antara LPADB dengan PT. BAS, perusahaan perkebunan sawit di Karangan, Selasa (25/9/2016). (KLIKSANGATTA/IMRAN)

KLIKSANGATTA.COM - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Lembaga Pemangku Adat Dayak Basap (LPADB) kembali menelan kekecewaan.

Rapat yang sedianya diagendakan untuk melakukan mediasi antara LPADB dengan PT Bima Agri Sawit (BAS) di Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutim, pada Selasa 25 Oktober 2015 pagi ini diperkirakan batal.

Sekretaris GMNI Kutim Muhammad Kahiruddin, mengatakan pemerintah sudah menjadwalkan untuk mengagendakan mediasi hari ini, tapi nyatanya pihak perusahaan kembali tidak menghadiri mediasi ini.

"Waktu itu Pak Alex (Kabag Pemerintahan) telah mengatakan tanggal 25 Oktober 2016 akan dijadwalkan pertemuan kembali, jadi tidak ada alasan pemerintah mempertanyakan jadwal pertemuan hari ini di agendakan oleh siapa?," ujar Khairuddin.

KLIK juga: GMNI Desak Pemkab Tuntaskan Konflik Pemangku Adat Dayak Basap dengan PT BAS

Ketidakhadiran perusahaan, lanjut Kahiruddin, merupakan bentuk ketidakpatuhan perusahaan terhadap pihak pemerintah.

"Buktinya perusahaan tidak datang. Ini ada 60 orang yang datang dari kecamatan Karangan, jarak karangan dengan Sangatta tidak dekat kasian mereka." katanya

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setkab Kutai Timur (Kutim), Alex Siswanto, mengatakan rencana agenda pertemuan sudah saya sampaikan kepada pihak perusahaan untuk agenda pertemuan hari, namun memang hal tersebut belum ia pastikan.

"Waktu itu saya cuma bilang akan usahakan pertemuan dapat dilakukan pada hari selasa ini. Kalau kita pastikan pertemuan hari ini pasti ada undangannya." jelasnya. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0