22 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Dihukum Mati, Keluarga Ijur Pertimbangkan Ajukan Banding


Dihukum Mati, Keluarga Ijur Pertimbangkan Ajukan Banding
Jurjani alias Ijur, pelaku pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap balita 5 tahun Neysa Nur Azlya di Sangkulirang, Kutim, dijatuhi hukuman mati oleh PN Sangatta, Selasa (12/12/2016). (KLIKSANGATTA/ARDAN)

KLIKSANGATTA.COM – Tangis keluarga Jurjani alias Ijur pecah saat dirinya keluar dari ruang sidang Pengadilan Negeri Sangatta , Selasa 13 Desember 2016.

Ijur, pelaku pembunuhan balita perempuan berusia 5 tahun, Neysa Nur Azlya asal Desa Benua Ulu, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), itu pun menangis dipelukan keluarganya setelah hakim menjatuhkan hukuman mati kepada dirinya.

Di hadapan awak media, Ijur yang menggunakan baju tahanan Kejaksaan Negeri Sangatta berlinang air mata. Ia tak bisa berkata-kata saat wartawan menanyakan apakah ada langkah mengajukan banding terkait vonis hukuman mati yang dijatuhkan.

Salah satu keluarga Ijur yang hadir dalam persidangan , Soppian Nur Irfandi, menuturkan mewakili keluarga ia akan bertemu dengan anggota keluarga lain terkait putusan tersebut. Ia sendiri menyebut tidak menutup kemungkinan akan banding ke tingkat pengadilan yang lebih tinggi.

“Saya belum tahu, tapi nanti kita koordinasi dulu dengan keluarga. Ya kemungkinan kita akan melakukan banding,“ ucap Soppian.

Ia menilai apa yang diputuskan hakim pengadilan kepada Ijur terlalu berat. “Ini terlalu berat, pasti keluarga tidak terima. Kami harap hukumannya lebih ringan dari ini, kami keluarga mengira hanya hukuman 15 atau 20 tahun penjara,” katanya.

Klik juga: Ijur, Terdakwa Pembunuh Azlya Divonis Hukuman Mati

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Tornado Edmawan  yang memimpin sidang tersebut menuturkan, hukuman mati diberikan dengan pertimbangan korban yang merupakan anak-anak, dan cara terdakwa menghabisi nyawa korban terbilang sangat sadis.

“Karena memang perlindungan anak sebagai korban harus lebih, ini sebagai pelajaran bagi siapapun bahwa anak-anak harus dilindungi,“ ungkap Tornado, setelah sidang vonis. (*)

Reporter : Ahmad Ardan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0