18 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Retribusi Parkir di Pasar Induk Sangatta Diminta Stop Sementara


Retribusi Parkir di Pasar Induk Sangatta Diminta Stop Sementara
Plt Kadispenda Kutim, M. Zaini. (KLIKSANGATTA/ARDAN)

KLIKSANGATTA.COM – Setelah melakukan koordinasi dengan dinas terkait, Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kutim, M. Zaini, meminta penarikan retribusi parkir di Pasar Induk Sangatta (PIS) dihentikan.

"Sementara kita minta dihentikan. Kalau memang ingin dilanjutkan harus mengurus peraturan ke Dinas Perhubungan (Dishub) karena domainnya di sana," ungkap M.Zaini saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu 11 Januari 2017.

/images/img_galeri/54surat bayar pjak.jpeg

Dalam pertemuan itu, hadir pula pihak pengelola parkir yang merupakan pihak ketiga atau swasta. M. Zaini menuturkan, ada kesalahan dan ketidakpahaman dalam perijinan yang dilakukan pengelola.

Diterangkan M. Zaini, meski pengelola sudah melakukan penyetoran pajak parkir sebesar 30 persen dari pendapatannya ke kas daerah. Namun, ia menilai masih ada kekeliruan yang dilakukan pengelola.

"Ini ada bukti penyetoran yang dilakukan ke kas daerah, tapi ini masih keliru karena tidak sesuai dengan peraturan," ucapnya.

Pengelola parkir ingin mengambil alih retribusi parkir dengan cara kontrak atau dengan cara lelang, ia menyebutkan. Akan tetapi, lanjutnya, hal tersebut tidak memiliki dasar aturan jika lokasi yang hendak dikelola merupakan aset pemerintah kabupaten.

"Jadi pengelola ingin mencontoh seperti Banjarmasin dan Samarinda yang lahan parkir di tempat perbelanjaan dikelola pihak ketiga. Tapi ini kan milik pemerintah jadi tidak bisa karena tidak ada juga peraturannya," jelas Zaini.

KLIK juga: Kelola Parkir Pasar Induk, CV. KBB Akui Ikut Aturan

Walau demikian, ia mengatakan bisa saja pihak pengelola memberlakukan retribusi parkir namun masih dalam naungan Dishub Kutim.

"Rencananya bagus menambah PAD (Penghasilan Asli Daerah). Bisa saja dilakukan tapi dikelola Dishub, Dishub nantinya akan menggaji pengelola bukan persen lagi yang diterima," katanya. (*)

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0