19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kiprah Herri Supriyanto dalam Sejarah Pemekaran Kabupaten Kutai


Kiprah Herri Supriyanto dalam Sejarah Pemekaran Kabupaten Kutai
Kabag Humas dan Protokol Setkab Kutim, H. Herri Supriyanto (Kliksangatta/Imran R Sahara)

KLIKSANGATTA.COM - Santun, loyal dan disiplin, mungkin itulah gambaran sosok H. Herri Supriyanto. Pria yang baru saja menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setkab Kutai Timur (Kutim) ini bisa dikatakan sebagai figur birokrat senior di Kalimantan Timur.

Pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil dimulai di Bagian Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Kutai. Dengan tanggung jawab di sub bagian administrasi kependudukan dan perangkat wilayah, Herri ditempa menjadi pelayan publik selama 20 tahun.

Puncaknya saat pemekaran Kabupaten Kutai menjadi empat Daerah Otonomi Baru. Herri terlibat langsung dalam membantu Bupati Kutai, Sulaiman, untuk menentukan ibukota yang pas untuk Kabupaten Kutai Barat.

Tak mudah menentukan posisi ibukota waktu itu, karena harus mengakomodasi beragam aspirasi masyarakat.

"Saya diperintahkan Pak Sulaiman, Bupati Kutai waktu itu, dan Pak Sutiman Sekda Penajam sekarang, yang waktu itu beliau masih Kepala Biro Pemerintahan Desa, untuk menyelesaikan masalah itu.

“Akhirnya kami sepakat ibukota Kabupaten kita ambil tengah-tengah berdasarkan kesepakatan tokoh adat yang ada disana, dan saya usulkan dengan nama Sendawar," kata Herri, mengingat sejarah perjalanan karirnya di pemerintahan.

Nama Sendawar sendiri, lanjut Herri, diambil dari kebudayaan daerah yang bermakna 'Pertengahan'.

Selain mengurus pemekaran Kubar, Herri juga terlibat dalam penetapan batas wilayah Kutai Timur dan Kota Bontang.

"Usulan wilayah kota Bontang dulu luas sampai di Muara Badak. Tapi waktu itu diminta ditata kembali. Batas awalnya sebenarnya hanya sampai di Terminal Bontang, tetapi dengan kebijakan pemerintah Kutai Timur waktu itu akhirnya disepakati sampai batas yang ada saat ini," ujarnya.

Setelah pemekaran Kabupaten Kutai, karir Herri terus menanjak. Pria kelahiran Tenggarong, tahun 1965 ini, mendapat tugas di Kutai Timur sebagai Kepala Bagian Perlengkapan. Empat tahun mengurus tetek bengek perlengkapan Pemkab Kutim, Herri dimutasi menjadi Kepala Bagian Sosial.

Perjalanan karir Herri di Bagian Sosial cukup panjang. Selama 14 tahun, dia dipercaya menangani beragam problem sosial kemasyarakatan, sebelum akhirnya mendapat amanah baru sebagai Kabag Humas dan Protokol Setkab Kutim, saat pelantikan 6 Januari 2017. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Basir Daud



Comments

comments


Komentar: 0