26 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Promosi Kesenian Teaterikal, Disbud Kutim Buat Film Mamanda Geger Benua


Promosi Kesenian Teaterikal, Disbud Kutim Buat Film Mamanda Geger Benua
Sejumlah seniman berlatih teater untuk persiapan Film Mamanda Gegar Benua (Kliksangatta/Imran R Sahara)

KLIKSANGATTA.COM - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kutai Timur (Kutim) terus mengembangkan promosi berbasis kesenian teaterikal dan kebudayaan daerah.

Hal ini dibuktikan dengan bekerjasama organisasi lokal melakuan latihan pesiapan pentas dan pembuatan film Mamanda dengan judul "Geger Benua".

Kepala Sub Bidang Perencanaan Program Disbud Kutim, Fadliansyah, mengatakan, pentas dan pembuatan film tentang Mamanda dengan judul Geger Benua ini merupakan persembahan dari lembaga Odah Seni Betuah Kutim untuk mempromosikan potensi daerah dengan nilai seni teaterikal kebudayaan.

"Pentas dan pembuatan film Mamanda ini bertujuan untuk mengangkat potensi-potensi daerah. Pembinanya Dewan Kesenian Daerah atau Bapak Bupati dan Kepala Dinas Kebudayaan," ujar Padliansyah, Selasa, 14 Februari 2017.

Sepintas lalu, teater rakyat ini mirip dengan kesenian lenong atau ketoprak. Dalam pertunjukan Mamanda, juga memiliki urutan pementasan yang diawali dengan iringan musik atau bunyi-bunyian dan perkenalan dengan nyanyian ataupun tarian.

"Alat-alat dan personilnya juga kebanyakan kita pinjam dari Dinas Kebudayaan dan Dinas Parawisata," kata Fadliansyah.

Menurut Fadliansyah, saat ini, teater rakyat seolah kian terpinggirkan. Ekspresi kesenian rakyat lokal tergerus oleh keberadaan sinetron Indonesia yang sarat dengan kisah drama percintaan, tragedi, maupun kisah-kisah yang banyak menghadirkan nuansa emosi penuh kebencian dan balas dendam.

Padahal, lanjut dia, teater rakyat Mamanda yang mengusung masalah kehidupan, dapat diambil pelajaran dan hikmah yang positif, seperti sejarah, adat istiadat, kritik atas ketimpangan di masyarakat, dan terutama dalam segi keteladanan.

Ia menambahkan, inovasi dari tehnik pementasan dan alur cerita yang di desain dalam bentuk perfilman, sekaligus sebagai upaya meningkatkan preferensi masyarakat terhadap konsumsi seni teaterikal dan kebudayaan lokal.

"Karena kisah dalam teater rakyat hampir selalu menghadirkan kebenaran dan contoh yang baik bagi masyarakat," tutur Fadliansyah. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Basir Daud



Comments

comments


Komentar: 0