19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Banding Pengadilan Tinggi, Ijur dapat Hukuman Lebih Ringan


Banding Pengadilan Tinggi, Ijur dapat Hukuman Lebih Ringan
Terdakwa Ijur saat melakukan rekonstruksi pembunuhan terhadap Neysa Nur Azlya (Dok.Kliksangatta)

KLIKSANGATTA.COM - Jurjani alias Ijur (45), terpidana kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Neysa Nur Azlya (5), di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, mendapat vonis lebih ringan dari majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Samarinda, Kalimantan Timur.

Sebelumnya, Ijur mendapat vonis hukuman mati dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sangatta. Setelah mengajukan banding, Ijur yang sempat melarikan diri usai melakukan kejahatan asusila dan pembunuhan itu, mendapat vonis hukuman penjara seumur hidup dari majelis hakim PT Samarinda.

Hukuman seumur hidup dari majelis hakim PT Samarinda ditetapkan 8 Februari 2017, melalui amar putusan No: 8/PID/2017/PT.SMR dengan terdakwa Jurjani alias Ijur Bin Abdul Kadir.

Putusan itu diterima PN Sangatta, Selasa, 21 Februari 2017. Humas PN Sangatta, Andreas Punky Maradona, SH, mengatakan, putusan tersebut diteruskan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sangatta, dan Penasehat Hukum Ijur.

Menurut Andreas, belum ada pernyataan dari kedua pihak, menerima atau mengajukan Kasasi terhadap putusan banding Pengadilan Tinggi Samarinda.

Klik juga: Keluarga Ijur Pertimbangkan Banding

Berdasarkan salinan putusan, majelis hakim yang menyidangkan banding kasus Ijur adalah Mahfud Saifullah SH, Sulthoni SH dan M Najib Sholeh SH.

Dalam salinan putusan, majelis hakim menjelaskan sejumlah pertimbangan memberikan vonis seumur hidup. Diantaranya, tidak ada satupun saksi yang tidak menghendaki Ijur dihukum mati.

Selain itu, penjara seumur hidup dianggap hukuman yang adil sesuai dengan keinginan warga yang menolak Ijur kembali ke Sangkulirang.

Andreas menjelaskan, Ijur saat ini ditahan di Lapas Kota Bontang, sambil menunggu putusan tetap terhadap kasus tersebut. (*)

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Basir Daud



Comments

comments


Komentar: 0