24 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Harga Sawit Turun, Apa Kata Kadisbun Kaltim?


KLIKSANGATTA.COM - Kenaikan harga sawit tandan buah segar di Kalimantan Timur (Kaltim) ternyata tak bertahan lama. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk wilayah Kaltim mengalami penurunan sebesar Rp49,50 per kilogram pada periode Maret 2017.

Februari 2017, harga TBS senilai Rp1.954,69 per kilogram menjadi Rp 1.905,19 per kilogram pada Maret 2017.

“Turunnya harga TBS ini dipengaruhi faktor biaya angkut dan biaya olah di beberapa perusahaan yang cukup tinggi, sehingga berimbas pada penjualan harga jual TBS di tingkat petani,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rahmad, Kamis 9 Maret 2017.

Berdasarkan hasil rapat penetapan harga TBS Kaltim periode Maret 2017, untuk umur tiga tahun Rp 1.670,36; umur empat tahun Rp1.703,52; umur lima tahun Rp1.743,01; umur enam tahun Rp1.787,78.

Selanjutnya, umur tujuh tahun Rp1.804,90; umur delapan tahun 1.847,69; umur sembilan tahun Rp1.889,09; dan umur sepuluh tahun keatas Rp1.905,19.

Sedangkan, CPO tertimbang dikenakan Rp8.763,50. Harga kernel (inti sawit) rerata tertimbang yang sama sebesar Rp 8.043,03 dengan indeks K sebesar 82,27 persen.

Ujang menambahkan, daftar harga TBS sawit di atas, merupakan standar harga bagi petani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khusunya kebun plasma.

Terkait maraknya pedagang/tengkulak yang dilengkapi dengan jembatan timbang/loading ramp dengan tingkat ketelitian, sertifikat dan izinnya belum diverifikasi kebenarannya, dikhawatirkan merugikan petani. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten agar segera menindaklanjuti di lapangan.

“Masih banyak di antara petani kelapa sawit yang belum tergabung dalam kelompok tani, apalagi membentuk koperasi, sehingga kami berharap agar Dinas Perkebunan di Kabupaten dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKASINDO) juga dapat membantu masing-masing petani kelapa sawit agar tergabung dalam kelompok tani dan koperasi sehingga lebih mudah dimitrakan,” beber Ujang lagi.

Dengan adanya kerjasama kelompok tani dengan pihak pabrik minyak sawit (PMS), lanjut Ujang, diharapkan harga TBS petani sudah sesuai dengan harga normal dan tidak dipermainkan lagi oleh para tengkulak. Sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit melalui kerjasama ini hendaknya dapat terwujud. (*)

Reporter : Kliksamarinda/M4N    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0