19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kakek 57 Tahun Diterkam Buaya di muara Sungai Sangatta


Kakek 57 Tahun Diterkam Buaya di muara Sungai Sangatta
Arman, ketika menjalani perawatan medis RSUD Kudungga usai diserang buaya di muara Sungai Sangatta, Jumat (17/3/2017). (Foto kiri: Kondisi lengan korban sesaat setelah diserang warga yang sempat difoto). (Sumber: Facebook)

KLIKSANGATTA.COM – Arman (57), warga Desa Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan. Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi korban serangan buaya di muara Sungai Sangatta.

Saat ditemui media KlikSangatta.com, Jumat malam, 17 Maret 2017, korban masih menjalani penanganan medis di RSUD Kudungga, Sangatta. Arman pun menceritakan kronologis singkat musibah yang menimpa dirinya.

Ia menuturkan, hari ini sekira pukul 18.00 wita, ia tengah mengambil air di sungai menggunakan jerigen 25 liter. Tiba-tiba, muncul seekor buaya yang menyerang lengan dan pundaknya dengan rahang dan cakar dari permukaan air.

"Saya turun ambil air, dicakarnya, baru digigit aku mau dibawa turun (ke dalam sungai)," kisah Arman.

Sesaat setelah diserang, ia mengatakan langsung meraih batang pohon bakau menggunakan tangan kanan sementara lengan kirinya tengah diterkam dan hendak diseret ke dalam sungai. Begitu lepas dari cengkraman rahang hewan buas itu, ia mengerahkan tenaga pada genggamannya di batang kayu untuk naik ke pinggir sungai yang lebih tinggi.

Akibat serangan tersebut, pria yang hidup sebatang kara ini mengalami luka robek yang menganga di lengan kiri. Sementara pada pundak korban mengalami luka karena tercakar.

Dikatakan Arman, buaya yang menyerangnya itu berukuran panjang lebih tiga meter. Dirinya juga kerap bertemu buaya saat sedang mencari kayu bakar.

"Sore aku ketemu dia lewat aja, memang sudah sering aku liat dia (buaya) di situ," tutur pria yang sehari-hari membuat arang sebagai mata pencaharian itu.

Melihat lengannya robek, Arman meminta bantuan warga yang berada sekitar 200 meter dari pondok tempat tinggalnya untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. (*)

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0