26 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ismu Paparkan Fokus Pengembangan Kebudayaan Kutai Timur


Ismu Paparkan Fokus Pengembangan Kebudayaan Kutai Timur
Bupati Kutim, Ismunandar, didampingi Wabup Kasmidi Bulang, saat presentasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (IST)

KLIKSANGATTA.COM - Masuknya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) sebagai salah satu nominator Anugerah Kabudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi Kategori Pemerintah Daerah 2017, direspon serius oleh Bupati Kutim, Ismunandar dan Wabup Kutim, Kasmidi Bulang.

Saking seriusnya mempromosikan kebudayaan Kutim agar dikenal sebagai yang terbaik, presentasi di ajang penghargaan ini dilakukan sendiri oleh Ismunandar di Jakarta.

Saat presentasi Ismu yang didampingi Wabup, setelah sehari sebelumnya mengikuti Musrenbangnas, turut melibatkan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Iman Hidayat, Kadis Pariwisata Dwi Susilanto Gamawan, Mewakili Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kutim Padliansyah dan Hamdani, serta beberapa orang Anggota tim.

Presentasi Bupati jadi yang ke empat, bergiliran setelah Kota Gorontalo, Kota Sawahlunto, Kota Banda Aceh. Disusul berikutnya Kabupaten Wakatobi. Sementara nominator lain yakni Kabupaten Wonosobo tidak hadir.

Presentasi disaksikan oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramli dan serta tim juri. Tim juri antara lain Nunus Supardi, Ryaas Rasyid, Komaruddin Hidayat, Hadriyanto Thohari dan Siti Zuhro.

Membuka presentasinya di ruang rapat Lantai 11, Gedung E, Kemendikbud, Ismu menjelaskan tentang logo Kabupaten Kutim yang sarat dengan arti dan makna. Simbol warna warni pada logo atau lambing Kabupaten Kutim antara lain hijau melambangkan kemakmuran dan kesuburan. Warna kuning emas mencerminkan keluhuran dan keagungan. Kuning mengisyaratkan kejayaan, merah jadi keberanian, putih sebagai kesucian serta hitam dimaknai sebagai kesungguhan.  Berikutnya lima buah api menyala melambangkan lima kecamatan  yang merupakan cikal bakal kabupaten Kutim. Tiga lembar daun mengandung  arti bahwa Kabupaten Kutim adalah daerah yang subur.

Setumpuk bahan tambang melambangkan kandungan  bahan tambang di kabupaten Kutim sangat berlimpah.

Matahari terbit mengandung arti Kabupaten Kutim merupakan daerah yang cerah untuk masa yang akan datang. Sembilan butir padi pada tangkai kiri dan kanan melambangkan 1999  adalah tahun penetapan Kabupaten Kutim. Kelian, Tombak dan Mandau menjadi lambang masyarakat Kabupaten Kutim siap melaksanakan dan mengamankan pembangunan daerah. 

“Kalimat Tuah Bumi Untung Benua, memiliki arti bumi atau daerah Kabupaten Kutai Timur memiliki tuah dan sekaligus  membawa keberuntungan bagi Kabupaten Kutai Timur,” jelas Ismu.

Berikutnya menyampaikan Visi dan Misi Kabupaten Kutim. Dari paparan ini, ada satu dari lima misi jangka panjang Kutim yang memang muaranya akan fokus pada pengembangan kebudayaan. Yakni mewujudkan sistem dan iklim daerah yang aman dan demokratis berdasarkan nilai-nilai budaya lokal serta keterampilan  dan menguasai iptek. Presentasi Bupati juga diwarnai penjelasan tentang selayang pandang Kutim yang berisi banyak potensi daerah dan nilai kearifan lokal.

Namun khusus untuk visi kebudayaan Kutim di era kepemimpinan Ismu-KB kali ini adalah pelestarian seni dan budaya dengan menjaga eksistensi SDM (sumber daya manusia) seni budaya dan kearifan lokal. Kemudian bakal di impelementasikan dalam beberapa misi. Antara lain meningkatkan sarana dan prasarana kegiatan seni budaya, melestarikan seni budaya lokal, melestarikan benda, sejarah, situs dan cagar budaya.

Visi dan Misi tersebut lantas ditindak lanjuti oleh Bupati dengan membentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yaitu Dinas Kebudayaan. Memisahkan urusan kebudayaan dari pendidikan yang dulunya tergabung di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya tak lain agar pengembangan kebudayaan di Kutim menjadi semakin fokus. OPD ini dibentuk dengan perangkat sebuah sekretariat, bidang peletarian cagar budaya, bidang sejarah, bidang kesenian tradisi dan perfilman serta Bidang Pengembangan Budaya.

Selanjutnya, Pemkab Kutim juga membentuk Dewan Kesenian Daerah Kutim. Dewan Kesenian ini berfungsi sebagai mitra Pemkab Kutim untuk memberikan masukan  dalam kerangka pelestarian, pembinaan dan pengembangan seni budaya tradisi dan modern. Selain Dewan Kesenian, di Kutim juga berdiri Lembaga Pembinaan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur (LPKDKKT). Lembaga ini banyak berkiprah di seni tari tradisi dan kerap diundang pentas di dalam dan luar negeri. 

“Di samping Dewan Kesenian, Pemkab Kutim juga mendukung dan membina organisasi dan paguyuban seni budaya dari berbagai etnis yang ada di Kutai Timur. Dalam bentuk pembinaan dan bimbingan teknis organisasi dan berkesenian. Selanjutnya Pemkab juga memberikan bantuan peralatan kesenian kepada organisasi atau paguyuban yang telah eksis dalam pelestarian dan pembinaan kesenian,” sebut Ismu yang dikenal aktif dalam seni teater di masa mudanya. (hms3)

Reporter : Humas Pemkab Kutim    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0