19 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tren Positif, Harga Batu Bara Acuan Mei 2017 Merangkak Naik


Tren Positif, Harga Batu Bara Acuan Mei 2017 Merangkak Naik
Ilustrasi Harga Batubara

KLIKSANGATTA.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) Mei 2017 sebesar US$ 83,81 per ton. Harga tersebut naik 1,57 persen dibandingkan harga pada bulan sebelumnya yang berada di level US$ 82,51 per ton.

Deputi Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia, mengatakan naiknya harga batu bara itu dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya sentimen pasar terkait dengan rencana Pemerintah Tiongkok untuk mengatur tingkat produksi.

"Harga bulan ini masih karena faktor cuaca. Tapi kemungkinan juga pemerintah Tiongkok mempertimbangkan untuk kembali mengatur produksi," kata Hendra di Jakarta

Berdasarkan catatan Beritasatu.com, harga batu bara mengalami tren penurunan selama tiga bulan awal 2017. Pada Januari kemarin HBA dibuka pada posisi US$ 86,23 per ton.

Bulan berikutnya terkoreksi 3,37 persen menjadi US$ 83,32 per ton. Harga batu bara kembali melemah di level US$ 81,90 per ton pada Maret kemarin. Namun, harga merangkak naik pada April yang berada diposisi US$ 82,51 per ton.

Meski mengalami penurunan namun harga tahun ini masih lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pada Januari 2016 misalnya, HBA dibuka pada level US$ 53,20 per ton. Sedangkan harga batu bara di Februari sebesar US$ 50,92 per ton.

Membaiknya harga batu bara tahun ini membuat pelaku usaha optimis. Hal itu terlihat dari jumlah produksi batu bara yang ditetapkan tahun ini sebesar 470 juta ton.

Namun, jumlah produksi itu melampaui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Dalam RPJMN itu target produksi di tahun ini ditetapkan sebesar 413 juta ton.

Hendra memperkirakan, harga batu bara di 2017 lebih baik ketimbang harga rata-rata di tahun-tahun sebelumnya. Namun, dia belum berani menyebut secara persis harga sepanjang tahun ini.

"Mungkin dikisaran US$ 70-80 per ton," ujarnya. (*)

BERITASATU

Reporter :     Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0