17 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Berjarak 700 Meter dari Pemukiman, Tambang Batu Bara Diprotes Warga Desa Sempayau


Berjarak 700 Meter dari Pemukiman, Tambang Batu Bara Diprotes Warga Desa Sempayau
Kades Sempayau, Pie Syapie, menunjukkan debu aktivitas tambang batu bara di halaman rumah warga (Kliksangatta/Ardhan Ahmad)

KLIKSANGATTA.COM - Warga Desa Sempayau, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengeluhkan aktivitas pertambangan batu bara yang berada dekat pemukiman masyarakat desa.

Aktifitas tambang yang berjarak 700 meter dari pemukiman warga desa itu diduga mengakibatkan polusi udara. Tidak hanya itu, kebisingan dan getaran dari mesin konveyor perusahan  juga menjadi keluhan sejumlah waga Desa Sempayau.

Kepala  Desa (Kades) Sempayau, Pie Syapie mengatakan, sejak tambang batu bara PT Ganda Alam Mandiri (GAM) berproduksi Oktober tahun 2016 lalu, Pemerintah Desa menerima banyak  keluhan warga.

“Banyaknya debu, berisik, getaran dan bau batu bara yang sekarang dikeluhkan warga, “ ungkap Pie Sapie saat menunjukan debu batu bara yang berada di halaman rumah warga, Kamis, 18 Mei 2017.

Dia menuturkan, Pemerintah Desa Sempayau sudah beberapa kali melaporkan hal tersebut kepada pihak perusahaan, namun sampai saat ini belum ada respon dari pihak perusahaan atas keluhan sejumlah warga.

Kepada awak media Pie Syapie, berharap ada penaganan lebih lanjut atas keluhan dari warga, karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Yang pertama tentunya kesehatan masyarakat. Yang kedua kenyamanan warga, mesti ada solusi untuk permasalahan ini. Jjangan sampai terus berlanjut,” katanya.

Terpisah, manajemen PT GAM, Syarif Erwanto menampik tudingan aktivitas tambang batu bara membuat pencemaran udara di Desa Sempayau.

Dia menjelaskan, PT GAM sudah melakukan penelitian dengan menggunakan pihak yang independen  terkait  polusi udara, getaran dan aroma bau yang berasal dari aktivitas tambang.

“Kita sudah melakukan pengecekan secara independen, mengenai getarannya dan debunya. Dan hasilnya dibawah baku mutu. Dari hasil pemeriksaan laboratorium tidak menggangu. Kita bisa buktikan dengan hasil laboratorium itu,” katanya. (*)

Reporter : Ardhan Ahmad    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0