20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Wisata Kutai Timur Kian Seksi dengan Kebudayaan dan Kerajinan Lokal


Wisata Kutai Timur Kian Seksi dengan Kebudayaan dan Kerajinan Lokal
Tarian dalam pesta adat Lom Plai, salah satu kebudayaan lokal yang memadukan kerajinan khas suku Dayak Wehea (Kliksangatta/Imran R Sahara)

KLIKSANGATTA.COM - Konsep, program dan gagasan untuk memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali dibahas bersama dalam kegiatan Lokakarya Pariwisata Re-eksplorasi dan Promosi Potensi Destinasi Wisata Kutim, Sabtu, 20 Mei 2017, di Aula Hotel Mesra Sangkulitan Bay, Kecamatan Sangkulirang. 

Lokakarya ini dihadiri Bupati Kutim, Ismunandar, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Wakil Ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih SH pejabat Pemkab dan Pemprov Kaltim serta para pemerhati potensi pariwisata. Selain itu para Camat dan Kades yang wilayahnya memyimpan potensi destinasi wisata turut diundang sebagai peserta lokakarya.

Dalam lokakarya, potensi pemandian air panas di Kecamatan Karangan, Hutan Lindung Wahea, kawasa karst serta potensi wisata lainnya dibahas dan rencananya secara bertahap akan dipromosikan. Insiatif memajukan dan mengembangkan aset wisata melalui forum ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim.

Lokakarya diawali dengan pemaparan potensi wisata Kutim oleh Bupati Kutim H Ismunandar MT. Paparan dimaksud juga dirangkai dengan dialog. Melibatkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Syafruddin Pernyata.

Ismunandar mengatakan sektor wisata di Kutim masih bernuansa alam yang asri dan asli. Potensi ini tentunya semakin seksi karena didukung perkembangan kerajinan dan pelestarian kebudayaan lokal. Termasuk kuliner khas Kutim yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat. Semua potensi tersebut memiliki nilai jual dan perlu dipromosikan untuk dipasarkan.

"Jadi siapapun yang berkunjung ke Kutim baik wisatawan lokal maupun mancanegara sangat pasti terkesan dan terkenang saat menginjakan kakinya di tanah Kutim ini. Sehingga wisatawan dapat terus berkunjung," ujar Ismunandar

Kendati sedang konsentrasi mengembangkan potensi pariwisata, namun Ismu mengaku tetap mengembangkan sektor agribisnis pertanian dalam arti luas yang sudah berhasil dilaksanakan selama ini.

Wakil Ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih SH menegaskan adanya program lokakarya sektor wisata merupakan wujud sinerginitas antara DPRD Kutim dan Pemkab, yang turut didukung oleh pihak Pariwisata Pemprov Kaltim.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Syafruddin menjelaskan beragam potensi wisata yang ada patut terus dikembangkan melalui berbagai promosi. 

"Program ini sudah seharusnya didukung oleh Dinas Pariwisata setempat, sangat disayangkan apabila wisata tidak terkelola dengan baik," ujar Syafruddin.

Syafruddin juga merespon positif program lokakarya pariwisata Kutim yang direalisasikan oleh Pemkab dan DPRD Kutim, yang gagasan awalnya merupakan aspirasi anggota legislatif. Setelah ini, hasil dari lokakarya akan direkomendasikan menjadi bahan rujukan penerbita  Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata. Sehingga bisa langsung bisa di implementasikan untuk kemajuan sektor pariwisata. Sehingga bisa berdampak positif pada penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Staf Ahli Bupati Kutim H Abdul Mutalib mengakui Lokakarya Pariwisata merupakan wujud apresiasi bersama antara Pemkab  DPRD di Kutim. Terutama dalam meningkatkan Anggaran Pendapatan Asli Daerah. Guna mendukung sumber penghasilan di Kabupaten Kutim, selain sumber daya alam lainnya seperti migas dan batubara. (hms12)

Reporter : Humas Pemkab Kutim    Editor : Eky Sambora



Comments

comments


Komentar: 0